- Polemik Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat dipicu perdebatan penilaian juri terhadap peserta.
- Avi Catering mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap pembawa acara Shindy Lutfiana pada Selasa, 12 Mei 2026 kemarin.
- DPRD Kalbar dan MPR RI kini menyoroti kasus tersebut yang berujung pemberian beasiswa bagi siswi SMA 1.
SuaraKalbar.id - Polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat terus berkembang dan memunculkan babak baru yang mengejutkan publik.
Setelah video protes peserta SMA Negeri 1 Pontianak viral di media sosial hingga menyeret nama dewan juri dan mendapat sorotan DPRD Kalbar, kini muncul unggahan yang menyebut seorang MC atau pembawa acara disebut diputus hubungan kerja.
Unggahan tersebut ramai beredar di media sosial pada Selasa (12/5/2026) malam dan langsung menjadi perhatian warganet.
Dalam gambar yang tersebar luas, tertulis pernyataan atas nama Avi Catering yang menyebut telah memutus hubungan kerja dengan MC bernama Shindy Lutfiana.
“Per tanggal 12 Mei 2026 Avi Catering resmi memutus hubungan kerja dengan MC yang bernama Shindy Lutfiana,” demikian isi unggahan yang viral di media sosial.
Unggahan itu juga disertai permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi.
Meski begitu, hingga kini belum diketahui secara pasti detail keputusan tersebut maupun kaitannya dengan polemik LCC 4 Pilar Kalbar yang viral beberapa hari terakhir.
Belum ada pula pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai unggahan yang kini ramai diperbincangkan publik tersebut.
Munculnya unggahan itu langsung memicu beragam reaksi netizen. Banyak yang menilai polemik LCC Kalbar kini semakin melebar dan mulai berdampak pada pihak lain di luar peserta maupun dewan juri.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Polemik LCC Kalbar yang Viral, dari Protes Josepha hingga Tawaran Beasiswa
Sebelumnya, polemik LCC 4 Pilar Kalbar menjadi sorotan nasional setelah video perdebatan antara peserta SMA Negeri 1 Pontianak dan dewan juri viral di TikTok, Instagram hingga X.
Perdebatan dipicu penilaian jawaban soal mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang dianggap publik tidak konsisten.
Nama Josepha Alexandra, siswi SMA Negeri 1 Pontianak yang menyampaikan protes langsung kepada juri, kemudian ramai mendapat dukungan dari masyarakat.
Kasus tersebut terus berkembang hingga mendapat perhatian DPRD Kalbar dan MPR RI. Bahkan, Josepha kini diundang ke Jakarta dan ditawari beasiswa S1 ke Tiongkok oleh anggota MPR RI sebagai bentuk apresiasi.
Sementara itu, munculnya unggahan terkait MC yang disebut diputus kerja kini kembali membuat polemik LCC 4 Pilar Kalbar ramai menjadi perbincangan publik di media sosial.
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Lengkap Polemik LCC Kalbar yang Viral, dari Protes Josepha hingga Tawaran Beasiswa
-
Tubuh Menguning dan Tak Bisa Buang Urine, Satu Kasus Hantavirus Ditemukan di Kalbar
-
Setelah Heboh Protes Josepha, DPRD Kalbar Kini Sentil Sikap Juri LCC 4 Pilar MPR RI
-
Josepha Alexandra, Siswi Viral yang Protes Juri LCC Kalbar Kini Ditawari Beasiswa ke Tiongkok
-
Fakta Indri Wahyuni dan Dyastasita WB, Dua Juri LCC 4 Pilar Kalbar yang Ramai Disorot Publik
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah