Tasmalinda
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:57 WIB
Tubuh menguning dan tak bisa buang urine, satu kasus hantavirus ditemukan di Kalbar
Baca 10 detik
  • Satu pasien di Kalimantan Barat meninggal dunia akibat hantavirus setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
  • Kementerian Kesehatan mengonfirmasi temuan satu kasus hantavirus di Kalimantan Barat dari total 23 kasus nasional.
  • Penularan virus diduga berasal dari konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh urine tikus pembawa penyakit.

SuaraKalbar.id - Kalimantan Barat kini masuk dalam daftar daerah yang ditemukan kasus hantavirus di Indonesia.

Yang membuat kasus ini menjadi perhatian, pasien yang terkonfirmasi dilaporkan meninggal dunia hanya sehari setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, membenarkan adanya satu kasus hantavirus yang terdeteksi di wilayah Kalbar berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap spesimen yang dikirim Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.

“Iya, ditemukan satu kasus virus hanta di Kalbar,” ujar Harisson.

Kasus ini muncul setelah Kementerian Kesehatan RI merilis data terbaru yang menyebut terdapat 23 kasus hantavirus terkonfirmasi secara nasional, dan satu di antaranya berasal dari Kalimantan Barat.

Harisson menjelaskan, pasien sempat dirawat di rumah sakit pada 2 Maret 2026 sebelum akhirnya meninggal dunia pada 3 Maret 2026. Saat tiba di rumah sakit, kondisi pasien disebut sudah sangat berat.

Pasien mengalami demam tinggi selama beberapa hari, tubuh menguning atau ikterik, serta tidak mengeluarkan urine yang menandakan adanya gangguan serius pada organ tubuh.

Dari penelusuran sementara, dugaan penularan mengarah pada makanan atau minuman yang terkontaminasi urine tikus.

Menurut Harisson, hantavirus merupakan penyakit zoonosis, yakni penularannya berasal dari hewan ke manusia dan bukan antarmanusia.

Baca Juga: Josepha Alexandra, Siswi Viral yang Protes Juri LCC Kalbar Kini Ditawari Beasiswa ke Tiongkok

Pemerintah Provinsi Kalbar kini meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus maupun area yang diduga terkontaminasi.

Gejala hantavirus sendiri dapat menyerupai penyakit lain pada tahap awal, mulai dari demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah hingga sesak napas. Pada kondisi berat, penyakit ini dapat menyerang ginjal dan organ vital lainnya.

Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap penyakit menular baru di Indonesia.

Load More