- Satu pasien di Kalimantan Barat meninggal dunia akibat hantavirus setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
- Kementerian Kesehatan mengonfirmasi temuan satu kasus hantavirus di Kalimantan Barat dari total 23 kasus nasional.
- Penularan virus diduga berasal dari konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh urine tikus pembawa penyakit.
SuaraKalbar.id - Kalimantan Barat kini masuk dalam daftar daerah yang ditemukan kasus hantavirus di Indonesia.
Yang membuat kasus ini menjadi perhatian, pasien yang terkonfirmasi dilaporkan meninggal dunia hanya sehari setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson, membenarkan adanya satu kasus hantavirus yang terdeteksi di wilayah Kalbar berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap spesimen yang dikirim Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.
“Iya, ditemukan satu kasus virus hanta di Kalbar,” ujar Harisson.
Kasus ini muncul setelah Kementerian Kesehatan RI merilis data terbaru yang menyebut terdapat 23 kasus hantavirus terkonfirmasi secara nasional, dan satu di antaranya berasal dari Kalimantan Barat.
Harisson menjelaskan, pasien sempat dirawat di rumah sakit pada 2 Maret 2026 sebelum akhirnya meninggal dunia pada 3 Maret 2026. Saat tiba di rumah sakit, kondisi pasien disebut sudah sangat berat.
Pasien mengalami demam tinggi selama beberapa hari, tubuh menguning atau ikterik, serta tidak mengeluarkan urine yang menandakan adanya gangguan serius pada organ tubuh.
Dari penelusuran sementara, dugaan penularan mengarah pada makanan atau minuman yang terkontaminasi urine tikus.
Menurut Harisson, hantavirus merupakan penyakit zoonosis, yakni penularannya berasal dari hewan ke manusia dan bukan antarmanusia.
Baca Juga: Josepha Alexandra, Siswi Viral yang Protes Juri LCC Kalbar Kini Ditawari Beasiswa ke Tiongkok
Pemerintah Provinsi Kalbar kini meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan tikus maupun area yang diduga terkontaminasi.
Gejala hantavirus sendiri dapat menyerupai penyakit lain pada tahap awal, mulai dari demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah hingga sesak napas. Pada kondisi berat, penyakit ini dapat menyerang ginjal dan organ vital lainnya.
Kasus ini langsung menyita perhatian publik karena muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap penyakit menular baru di Indonesia.
Berita Terkait
-
Josepha Alexandra, Siswi Viral yang Protes Juri LCC Kalbar Kini Ditawari Beasiswa ke Tiongkok
-
Jawaban Mirip, Nilai Berbeda: 7 Fakta Polemik LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang Kini Viral
-
Siapa Josepha Alexandra? Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral usai Polemik LCC 4 Pilar
-
'Artikulasi' Kini Jadi Kata Paling Viral di Kalbar, Begini Awal Polemik LCC 4 Pilar Meledak
-
Kontroversi Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar, SMAN 1 Pontianak Soroti Transparansi Penilaian Dewan Juri
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
-
Mahasiswi Stikes PHI Bekasi Asal Ketapang Meninggal Dunia, Keluarga Minta Kematian Diusut Tuntas
-
UMKM Kuliner Pontianak Manfaatkan Layanan Pengiriman untuk Jangkau Pasar Nasional
-
Uang Negara Rp1,4 Triliun Berhasil Diselamatkan, Kejati Pastikan Perbankan Tak Nikmati Dana Ilegal
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah