Scroll untuk membaca artikel
Bella
Rabu, 16 Maret 2022 | 19:32 WIB
Yusnia (56), warga Sungai Kupah, Kubu Raya sedang membuat minyak kelapa (suara.com/Rabiansyah)

Minyak kelapa yang dibuat untuk sementara waktu tidak dijual, melainkan hanya untuk pemakaian pribadi dan juga untuk di berikan ke tetangga jika ada yang membutuhkan.

"Kadang kalau tetangga minta bagi saya bagi secara percuma, kan nama nya tetangga harus saling tolong menolong, kalau di sini sih begitu , biasanya pun kalau dijual 1 liter 30ribu," ujarnya.

Dirinya menyayangkan sikap pemerintah terkait yang beberapa waktu lalu sempat mengatakan jjka migor dalam kategori stok aman. Namun, nyatanya tidak sesuai apa yang telah disebutkan oleh pemerintah beberapa waktu lalu. 

"Kemarin saya lihat berita di Tv bahwa pemerintah mengatakan stok minyak goreng aman untuk beberapa minggu kedepan, tetapi di lapangan susah sekali untuk mencari minyak goreng ini," ucapnya.

Baca Juga: Polres Melawi Amankan Lima Tersangka Terkait Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu, Barang Haram Itu Dipesan dari Pontianak

Dirinya berharap agar stok migor kembali normal dan tidak langka, sebab beberapa minggu kedepan sudah memasuki bulan suci Ramadhan.

"Kedepannya semoga lancar migor ini karena apalagi saat ini menjelang bulan puasa dan idul fitri, jadi pastinya masyarakat perlu banyak minyak goreng untuk masak," pungkasnya.

Kontributor: Rabiansyah

Load More