SuaraKalbar.id - Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) memiliki beragam destinasi wisata, salah satunya Destinasi Wisata Pecinaan Pontianak Chinatown Indonesia (PPCI) di Jalan Gajahmada, Gang Gajahmada Sembilan.
Khusus untuk saat ini, pengunjung di lokasi wisata itu dapat menyaksikan 45 lukisan cat air hasil karya dari 22 orang pelukis yang terpajang di tembok-tembok rumah warga, Minggu ( 20/03/2022) siang.
Pameran ini bertujuan untuk mengembalikan seni lukis cat air, sehingga seni lukis cat air, bisa terus berkembang di Kota Pontianak dan Kalbar, tak ada tema khusus dalam pameran ini, tapi seluruh hasil karya para perupa harus berbasis cat air,” kata Penggerak Destinasi Wisata PPCI, Herfin Yulianto, melansir suarakalbar.co.id, jaringan suara.com.
Herfin menjelaskan, pameran ini, tidak hanya dikuti oleh pelukis dari Kota Pontianak, tetapi diikuti juga oleh beberapa pelukis dari Kabupaten dan kota lainya seperti Mempawah dan Singkawang.
”Pameran ini akan berlangsung hingga 21 maret esok, meski sebentar saya berharap pameran ini bisa menjadi hiburan bagi masyarakat atau wisatawan yang datang,” tambahnya.
Apa yang dilakukan oleh PPCI, menurut aktivis Seni Budaya Kalbar Pradono, merupakan upaya kreatif dan produktifitas, dari kolaborasi.
”Upaya seperti ini harus dipertahankan, yang mana menunjukan eksistensi pelukis dan dari hasil karya itu, menurutnya bisa membuka ruang inspiratif , atau membuka ruang dialog dengan khalayak,” tuturnya.
Selain memamerkan hasil karya pelukis, banyak juga karya-karya yang ditampilkan seperti atraksi melukis, atraksi barongsai dan musik tradisional tionghoa lalu ada stand kerajinan dan kuliner, hingga pameran kampus.
Baca Juga: Milenial Kalbar Panggil Ganjar dengan Sebutan Ayah, Deklarasikan Dukung Capres 2024
Berita Terkait
-
Milenial Kalbar Panggil Ganjar dengan Sebutan Ayah, Deklarasikan Dukung Capres 2024
-
Dilempar Kursi Oleh Suami Hingga Memar, Warga Pontianak SI Lapor Polisi
-
Wisatawan Protes Beli Wingko Berjamur di Teras Malioboro, Pemda DIY Beri Sanksi Tegas jika Terulang
-
Menghabiskan Waktu dengan Main ATV di Desa Wisata Bilebante Lombok Tengah
-
DLH Kerja Keras Awasi TPS, Kota Pontianak Produksi 300 Ton Sampah Tiap Hari
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Putus Cinta Berujung Tragis, Kakak Beradik di Pontianak Aniaya Mantan Pacar
-
Bukan Gula atau Tepung, Plastik Justru Jadi Biang Pedagang Kue Pontianak Terjepit
-
7 Oleh-Oleh Khas Kalimantan Barat yang Laris di Marketplace, Nomor 3 Paling Diburu
-
Mandau Kalimantan, Dari Senjata Perang hingga Pusaka Suku Dayak yang Sarat Makna dan Nilai Keramat
-
Empat Tahun Bintang 5, Bank Kalbar Disebut Kelas Nasional: Prestasi Nyata atau Sekadar Label?