Scroll untuk membaca artikel
Bella
Minggu, 20 Maret 2022 | 22:34 WIB
Ilustrasi Pahlawan Nasional Indonesia (Wikipedia)

SuaraKalbar.id - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) telah melakukan penelusuran dan napak tilas ke sejumlah tempat bersejarah, termasuk di Kalimantan Barat.

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengusulkan agar tokoh masyarakat dari Kalimantan Barat dr Rubini dapat menjadi pahlawan nasional.

“Usulan ini berawal dari kunjungan Kowani ke Kalimantan Barat. Dalam kunjungan tersebut, kami juga berziarah ke Mandor Juang, dimana puluhan ribu orang yang meninggal akibat penjajahan Jepang dimakamkan di wilayah itu,” ujar Giwo di Jakarta melansir Antara, Ahad.

Dari penelusuran Kowani tersebut, diketahui bahwa sepanjang hidupnya dr Rubini yang menjadi kepala rumah sakit menemukan banyak kasus kekerasan pada perempuan dan anak.

Baca Juga: Polisi Buka Suara Terkait Peremuan Paruh Baya yang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Teras Rumahnya

Rubini adalah seorang dokter yang mengabdikan diri sebagai tenaga kesehatan di Jakarta, kemudian dipindahkan ke Pontianak sebagai Kepala Kesehatan Pontianak pada 1934. Selain kesibukannya sebagai dokter, Rubini juga menginisiasi pergerakan perjuangan kemerdekaan di wilayah itu.

Tak hanya sampai di situ, Dokter kelahiran Bandung tersebut juga bahu-membahu menyelamatkan perempuan dan anak pada masa penjajahan.

Dokter Rubini dinilai memiliki kepedulian yang tinggi dalam membantu masyarakat di daerah tempatnya mengabdi.

Dokter Rubini akhirnya meninggal pada peristiwa di Mandor Juang yang menelan korban jiwa sebanyak 21.000 orang pada 1944.

“Dokter Rubini pantas menyandang gelar pahlawan nasional, mengingat jasa-jasa beliau yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Peran almarhum sebagai tenaga medis yang bekerja di rumah sakit benar-benar telah memberikan dukungan besar bagi perjuangan rakyat,” ungkapnya.

Baca Juga: Oknum Polisi yang Bakar Rumah Ayahnya di Ketapang Ternyata Bermasalah, Pernah Pukul Istri dan Sering Mangkir dari Tugas

Pengusulan dr Rubini juga seiring dengan upaya Kowani dalam memperjuangkan pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Pencegahan Kekerasan Seksual (PKS).

Load More