SuaraKalbar.id - Sejumlah warga di Teluk Barak, Kelurahan Kedamin Hilir, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, membawa jenazah untuk dimakamkan dengan menggunakan perahu saat melintasi banjir, Selasa (11/10/2022).
Warga terpaksa membawa jenazah menggunakan perahu untuk melintasi banjir setinggi 0,5 meter-1,5 meter yang terjadi akibat tingginya curah hujan sejak Sabtu (8/10/2022) di daerah tersebut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu Kalimantan Barat mencatat sedikitnya 10 kecamatan di daerah tersebut terendam banjir.
Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan, mengatakan akibat banjir sejumlah akses jalan terendam air dan masyarakat terpaksa menggunakan sampan.
"Kami siagakan petugas, selain memantau, kami juga siap turun ke lokasi kejadian apabila kondisi mendesak, tetapi kami selalu mengingatkan masyarakat untuk waspada dan mengutamakan keselamatan," kata Gunawan, di Putussibau Kapuas Hulu, Senin malam.
Dirinya mengungkapkan, hingga saat ini BPBD Kapuas Hulu terus mendata dan menunggu laporan dari kecamatan tentang jumlah rumah dan warga terdampak banjir.
Gunawan meminta kepada camat dan kepala desa untuk segera mengisi formulir yang telah disiapkan dan terus melaporkan perkembangan bencana, yang akan dijadikan dasar dalam mengambil langkah-langkah penanggulangan banjir.
Gunawan mengatakan, banjir di Kapuas Hulu terjadi sejak Sabtu (8/10) akibat curah hujan cukup tinggi menyebabkan Sungai Kapuas dan sejumlah anak sungai di beberapa wilayah Kapuas Hulu meluap.
Berdasarkan laporan yang diterima BPBD Kapuas Hulu pukul 15.31 WIB, Senin (10/10) sore tadi, terdapat 10 kecamatan yang dilanda banjir yaitu Kecamatan Putussibau Utara, yaitu di Kelurahan Putussibau Kota dan Kelurahan Hilir Kantor.
Baca Juga: Jembatan Cimanyak, Akses Vital Empat Desa di Lebak Banten, Ambruk Diterjang Banjir
Kecamatan Putussibau Selatan, banjir terjadi di Kelurahan Kedamin Hilir dan Desa Tanjung Jati. Kecamatan Kalis, banjir di Desa Nanga Kalis dan Desa Kalis Raya. Kecamatan Bika, banjir terjadi di Desa Bika, Desa Nanga Manday, Desa Jongkong Manday, Desa Melapi Manday, Desa Jelemuk.
Kemudian, di Keecamatan Mentebah, banjir terjadi di Desa Tanjung Intan, Desa Nanga Mentebah, Desa Menarin dan Desa Suka Maju.
Kecamatan Boyan Tanjung, banjir juga terjadi di Desa Nanga Boyan dan Desa Teluk Geruguk. Kecamatan Bunut Hilir, banjir di Desa Bunut Hilir.
Selanjutnya, Kecamatan Silat Hilir, banjir terjadi Desa Nanga Silat. Kecamatan Embaloh Hilir, banjir terjadi di Desa Nanga Embaloh dan Desa Nanga Palin serta Kecamatan Suhaid banjir terjadi di Desa Nanga Suhaid.
Untuk saat ini ketinggian air bervariasi berkisar 50 centimeter hingga 1,5 meter, meskipun demikian ada beberapa daerah yang berangsur surut seperti di Desa Nanga Mentebah dan Menarin Kecamatan Mentebah.
"Kami masih terus memantau dan mendata dan selalu mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan banjir, karena saat ini intensitas curah hujan masih terus tinggi," ujar Gunawan. (Antara)
Berita Terkait
-
Jembatan Cimanyak, Akses Vital Empat Desa di Lebak Banten, Ambruk Diterjang Banjir
-
Pemukiman Warga Bidara Cina Kembali Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
-
BPBD Kabupaten Karawang Siaga Bencana, Minta Masyarakat tetap Waspada Cuaca Ekstrem
-
Tim Medis Indonesia Tangani 253 Warga Pakistan Terdampak Banjir
-
Mengerikan, Kawasan Loji Karawang Diterjang Banjir, Pemotor Sampai Sulit Melintas
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Gempa Bumi Flores, BRI Prioritaskan Keselamatan Nasabah dan Pekerja: BRI Peduli Salurkan Bantuan
-
BRImo Catat 49,7 Juta Pengguna, Volume Transaksi Capai Rp4.166 Triliun hingga Juni 2026
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal