SuaraKalbar.id - Suasana di sekitar Jalan Ketapang Pontianak dipenuhi dengan ketegangan setelah warga menemukan seorang mayat yang mengapung di parit di samping Hotel Avara Gajah Mada, pada hari Senin sekitar pukul 10.00 WIB.
Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Dumaria Silalahi, membenarkan kejadian tragis tersebut. Menurutnya, penemuan mayat itu dilaporkan oleh seorang satpam hotel yang sedang bertugas.
Saat itu, satpam hotel tersebut mendengar teriakan dari seseorang yang tidak dikenal di halaman parkir Hotel Avara Gajah Mada, yang mengindikasikan adanya mayat di sekitar area tersebut.
"Saat itu, satpam hotel mendengar teriakan yang menyebutkan kata 'mayat' dari seseorang yang tidak dikenal. Kemudian, saksi (satpam) tersebut menjawab, 'mayat apa bang?' dan dijawab oleh orang tak dikenal tersebut, 'mayat bang', sambil menunjuk ke selokan di samping hotel Avara Gajah Mada," ungkap AKP Dumaria Silalahi.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Antonius Trias Kuncorojati, menyatakan bahwa mayat yang ditemukan telah diidentifikasi sebagai LIE SUI TIN (49).
Dumaria menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan istri korban, pada pagi hari, korban ditemukan tengah tidur dengan kondisi buang air kecil dan air besar di tempat tidur.
Setelah membersihkan diri dan mandi, korban pamit keluar untuk sarapan membeli kwe tiaw.
Namun, saat istri korban dan korban keluar dari tempat tinggal bersama-sama, korban berada di belakang istri korban.
Ketika di Jalan Gajah Mada, istri korban menoleh ke belakang dan melihat korban menyebrang jalan menuju arah Jalan Ketapang.
Baca Juga: Satpol PP Pontianak Amankan Bocah Manusia Silver
Setelah itu, istri korban tidak lagi melihat korban karena pergi ke tempat kerjanya.
"Hasil visum dari pihak RS. Bhayangkara menunjukkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, ditemukan busa di mulut korban yang diduga menunjukkan bahwa korban mungkin memiliki penyakit epilepsi," tutup Kasat Reskrim.
Antonius trias menjelaskan bahwa jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses Visum Et Revertum.
Berita Terkait
-
Satpol PP Pontianak Amankan Bocah Manusia Silver
-
Viral Bocah di Pontianak Pamer Sajam saat Live Instagram, Netizen: Pasti Mau Panen Sawit
-
Suster Maria Eusebia Meninggal Dunia usai Kecelakaan di Bandol Landak
-
Viral Satpol PP Pontianak Amankan Manusia Emas, Akui Gunakan Uang untuk Nyabu
-
Matahari Departemen Store Jend Urip Pontianak Tutup Permanen Bulan Depan
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Prabowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'
-
Prabowo Datang ke Titik Karhutla Kubu Raya, Minta Pemadaman Dipercepat
-
Duh! Asap Karhutla Ketapang Mengancam Pontianak hingga Negara Tetangga
-
BRI Group Sabet Enam Penghargaan Bergengsi Finance Asia 2026
-
Pengguna Qlola Tumbuh 42,6 Persen, BRI Hadirkan Tampilan Baru untuk Nasabah Bisnis