Bella
Senin, 09 September 2024 | 17:00 WIB
Ilustrasi tomat (Pexels.com/Pixabay)

SuaraKalbar.id - Harga tomat di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, mengalami penurunan signifikan dalam dua hingga tiga bulan terakhir.

Hal ini berdampak negatif pada para petani lokal yang kini harus menghadapi kerugian akibat harga jual yang merosot drastis.

Solihin, salah satu petani tomat di daerah tersebut, mengungkapkan bahwa harga tomat yang sebelumnya bisa mencapai puluhan ribu rupiah kini turun di bawah Rp 5.000 per kilogram.

Menurut Solihin, penurunan harga ini dipengaruhi oleh masuknya tomat dari luar daerah yang berlimpah ke pasar lokal.

“Pengepul membeli tomat kami saat ini cukup murah. Hal ini diperkirakan adanya tomat luar yang mempengaruhi harga tomat lokal,” kata Solihin pada Minggu (08/09/2024).

Solihin menambahkan bahwa rendahnya harga tidak sebanding dengan biaya perawatan yang dikeluarkan untuk menanam dan memanen tomat.

Akibatnya, para petani di Kubu Raya mengalami kerugian selama dua bulan terakhir.

“Adanya harga tersebut sangat tidak menutup dari segi biaya perawatan dari menanam hingga panen, namun saat ini kami masih belum beralih menanam bibit lain,” jelasnya.

Para petani berharap agar harga jual tomat di pasaran dapat segera meningkat untuk mengurangi kerugian yang terus menerus mereka alami.

Baca Juga: Polisi Tangkap 2 Pelaku Pencurian Material di Kubu Raya

Mereka berharap adanya dukungan dan kebijakan yang dapat membantu menstabilkan harga dan memperbaiki kondisi mereka.

Load More