SuaraKalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh Kepala SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, di Kota Pontianak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit parotitis atau gondongan. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan meskipun belum ditemukan kasus di wilayah tersebut.
"Meski belum ada kasus gondongan di Kota Pontianak, langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, terutama di kalangan anak-anak," ujar Penjabat Wali Kota Pontianak Ani Sofian, Senin (tanggal tidak disebutkan).
Dalam surat bernomor 400.2.5/6013.1/DIKDAS-DISDIKBUD/2024, seluruh satuan pendidikan diimbau untuk melakukan berbagai langkah pencegahan dan pengendalian penularan gondongan di lingkungan sekolah. Ani Sofian menegaskan bahwa sekolah yang menemukan kasus gondongan harus segera melaporkan kejadian tersebut ke puskesmas setempat.
Parotitis atau gondongan merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dari golongan paramyxovirus, yang menyerang kelenjar parotis di wajah. Penyakit ini mengakibatkan pembengkakan kelenjar liur di dalam mulut, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dan risiko penularan di lingkungan sekolah.
Sekolah-sekolah di Pontianak diminta untuk melakukan surveilans aktif melalui Tim UKS guna memantau perkembangan kasus gondongan. Langkah ini bertujuan sebagai deteksi dini. Ani Sofian menambahkan bahwa siswa, pendidik, atau tenaga kependidikan yang terkena gondongan dianjurkan untuk tidak berinteraksi di sekolah selama tujuh hari sejak munculnya gejala guna mencegah penyebaran lebih lanjut.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Pontianak, Sri Sujiharti, menyampaikan bahwa sekolah-sekolah di Pontianak diharapkan terus melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai penyakit gondongan. Tim UKS sekolah harus berkoordinasi dengan puskesmas setempat dalam upaya memberikan pemahaman kepada siswa, guru, dan tenaga kependidikan tentang pentingnya pencegahan penyakit ini.
"Jika terdapat kasus gondongan di sekolah, dianjurkan menggunakan masker setidaknya selama tujuh hari setelah kasus terakhir dinyatakan sembuh. Langkah ini penting untuk mengendalikan penyebaran gondongan dan melindungi kesehatan seluruh warga sekolah," jelas Sri Sujiharti.
Kepala SMPN 24 Pontianak, Teguh Santoso, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi pencegahan gondongan.
“Kami bekerja sama dengan Puskesmas Kampung Bali untuk melakukan sosialisasi terkait pencegahan gondongan. Bahkan, petugas puskesmas rutin berkunjung ke sekolah,” ungkapnya.
Baca Juga: BNK Pontianak dan Guru BK Sekolah Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar
Selain sosialisasi gondongan, SMPN 24 juga aktif dalam program pemberian tablet tambah darah untuk mencegah stunting. Program ini masih berjalan hingga kini dan menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan siswa di sekolah.
Dengan berbagai langkah tersebut, diharapkan penyakit gondongan dapat dicegah dan dikendalikan sehingga tidak menjadi ancaman di kalangan warga sekolah di Kota Pontianak.
Berita Terkait
-
BNK Pontianak dan Guru BK Sekolah Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Pelajar
-
Pontianak Siap Terapkan Kebijakan Bebas Kantong Plastik, Penggiat Lingkungan Soroti Hal Ini
-
Awas! Kampanye Liar di Pontianak Bakal Ditindak Tegas Bawaslu
-
Aston Pontianak & Transera Hotel Ajak Anak Panti Asuhan Al-Kautsar Membuat Burger dalam Cooking Class
-
Rutan Pontianak Optimis Raih Predikat WBK, Apa Saja Terobosannya?
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Investasi Mulai Rp100.000, BRI Hadirkan Tiga Produk Reksa Dana Eastspring
-
Gugatan Karhutla Kalbar Masuk Pengadilan, Warga Soroti Data dan Penanganan Asap
-
BRI Peduli Siapkan 500 Volunteer Dari Program "Yok Kita Gas", Dukung MotoGP Mandalika 2026
-
Lewat PELOPOR 2026, BRI Perluas Agen Perubahan Budaya Antikorupsi
-
Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla, 800 Ribu Hektar Hutan Terbakar: Ke Mana Orangutan Pergi?