SuaraKalbar.id - Seorang pemuda berinisial SF (24) tewas setelah terlibat perkelahian dengan DN (23) di Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Kamis (27/3/2025) sekitar pukul 23.45 WIB.
Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, IPTU Hafiz Febrandani, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, mengungkapkan bahwa insiden ini bermula saat SF tengah menebas rumput.
Saat itu, saudara pelaku, DD, melintas dan menegur korban terkait parang yang dibawanya.
“DD yang merupakan saudara kandung DN menegur korban dengan mengatakan ‘Kenapa membawa parang?’ Lalu dijawab oleh korban ‘Cukup tau sama tau jak’. Kejadian itu sempat berlalu, namun memicu insiden selanjutnya,” ujar Aiptu Ade, Senin (31/3/2025).
Baca Juga: Pemerintah Kubu Raya Pastikan Pemberian THR, Termasuk untuk Ojek Online dan Kurir
Tak lama setelah kejadian tersebut, DN yang hendak membeli rokok di toko dekat gang bertemu dengan SF dan keduanya terlibat cekcok.
SF kemudian mengejar DN dengan parang hingga ke ujung gang, namun upaya ini sempat dicegah oleh warga.
Meski demikian, SF masih merasa tidak terima dan mendatangi rumah pelaku sambil membawa pisau kecil yang disimpan di saku celananya.
Ia juga berteriak, “Kau maok ke,” namun DD yang berada di lokasi segera mencegah dan mengusirnya menjauh.
“Pada saat bersamaan, DN keluar dari rumah dengan membawa senjata tajam dan terjadilah perkelahian yang akhirnya dilerai oleh warga,” lanjut Aiptu Ade.
Akibat perkelahian tersebut, SF mengalami luka serius berupa tusukan di bahu kiri serta dua sayatan di bagian kepala.
Sementara DN juga mengalami luka sayatan di bagian kepala yang membutuhkan 27 jahitan.
SF akhirnya meninggal akibat luka-lukanya, sementara DN yang mengalami luka tetap selamat.
Saat ini, DN telah diamankan oleh Polres Kubu Raya dan dijerat dengan Pasal 354 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.
Tips Mengendalikan Emosi dan Menghindari Perkelahian
Emosi yang tidak terkendali dapat memicu tindakan yang berujung pada konflik, termasuk perkelahian.
Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mengontrol emosi agar tetap tenang dan terhindar dari situasi berbahaya.
Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengendalikan emosi dan menghindari perkelahian:
1. Tarik Napas dan Tenangkan Diri
Ketika emosi mulai memuncak, berhenti sejenak dan tarik napas dalam-dalam. Teknik pernapasan seperti menarik napas perlahan melalui hidung dan menghembuskannya lewat mulut dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh.
2. Hindari Konfrontasi Langsung
Jika merasa tersulut emosi dalam suatu situasi, lebih baik menjauh daripada menanggapi dengan kemarahan.
Konfrontasi langsung hanya akan memperburuk keadaan dan meningkatkan risiko perkelahian.
3. Pahami Pemicu Emosi
Setiap orang memiliki pemicu emosi yang berbeda. Mengenali faktor-faktor yang membuat kita mudah marah dapat membantu dalam mengantisipasi dan mengelola emosi sebelum mencapai titik ledakan.
4. Berlatih Komunikasi yang Baik
Seringkali, konflik terjadi karena kesalahpahaman. Cobalah berbicara dengan tenang, gunakan bahasa yang sopan, dan hindari nada suara yang menantang.
Menyampaikan pendapat dengan cara yang baik dapat mengurangi ketegangan dalam suatu situasi.
5. Jangan Terpancing Provokasi
Orang yang marah sering kali berusaha memprovokasi agar kita ikut terbawa emosi.
Jika menghadapi orang yang sedang emosi, tetaplah tenang dan jangan terpancing untuk membalas dengan amarah.
6. Fokus pada Solusi, Bukan Masalah
Daripada berdebat atau bertengkar, lebih baik mencari solusi yang bisa diterima oleh kedua belah pihak.
Jika situasi tidak memungkinkan untuk berdiskusi secara tenang, lebih baik menghindari percakapan lebih lanjut.
7. Ubah Pola Pikir
Melihat situasi dari sudut pandang lain dapat membantu mengontrol emosi.
Cobalah untuk berpikir jangka panjang, apakah kemarahan ini akan membawa dampak positif atau justru merugikan diri sendiri.
8. Salurkan Emosi dengan Cara Positif
Daripada menumpuk emosi negatif, cobalah menyalurkannya melalui aktivitas yang positif seperti olahraga, menulis, atau meditasi.
Hal ini bisa membantu meredakan stres dan emosi berlebihan.
Dengan mengendalikan emosi dan menghindari perkelahian, kita tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan damai.
Berita Terkait
-
Polisi Pastikan Perkelahian Siswa di Tebet Bukan Bullying Tapi Satu Lawan Satu, Lima Saksi Diperiksa
-
Pria Di Kubu Raya Rusak Ratusan Makam, Bukan Alasan Mistis Tapi Karena Ini
-
Suami Tewas Diduga Dikeroyok OTK, Ibu Di Pekanbaru Minta Keadilan
-
Fakta Baru Duel Berdarah Jukir Vs Tukang Galon di Kebayoran Lama: Pelaku dan Korban Tewas Bersaudara
-
Niat Melerai Perkelahian di Stasiun Metro Delhi, Pria Ini Alami Hal Yang Tak Terduga
Terpopuler
- Menguak Sisi Gelap Mobil Listrik: Pembelajaran Penting dari Tragedi Ioniq 5 N di Tol JORR
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Dibanderol Setara Yamaha NMAX Turbo, Motor Adventure Suzuki Ini Siap Temani Petualangan
- Daftar Lengkap HP Xiaomi yang Memenuhi Syarat Dapat HyperOS 3 Android 16
- Xiaomi 15 Ultra Bawa Performa Jempolan dan Kamera Leica, Segini Harga Jual di Indonesia
Pilihan
-
Donald Trump Resmi Umumkan Tarif Baru, Ekonomi Indonesia Terancam Kena Dampak!
-
Antara Pangan Instan dan Kampanye Sehat, Ironi Spanduk di Pasar Tradisional
-
Link Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Duel Panas Derby Della Madonnina
-
FULL TIME! Yuran Fernandes Pahlawan, PSM Makassar Kalahkan CAHN FC
-
Libur Lebaran, Polresta Solo Siagakan Pengamanan di Solo Safari
Terkini
-
10 Wisata di Kalimantan Barat yang Cocok Dikunjungi Saat Libur Lebaran
-
Detik-Detik Perkelahian Maut di Sungai Rengas yang Membuat Pemuda 24 Tahun Meregang Nyawa
-
Tips Menjaga Konsistensi Ibadah Setelah Ramadan dan Pentingnya Puasa Syawal
-
BRImo Hadirkan Kemudahan Transaksi Digital Sepanjang Libur Lebaran 2025
-
Komitmen Perluas Inklusi Keuangan, 1 Juta AgenBRILink BRI Siap Tangani Transaksi dan Pembayaran