Scroll untuk membaca artikel
Bella
Senin, 31 Maret 2025 | 15:23 WIB
Ilustrasi perkelahian. (Shutterstock)

SuaraKalbar.id - Seorang pemuda berinisial SF (24) tewas setelah terlibat perkelahian dengan DN (23) di Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Kamis (27/3/2025) sekitar pukul 23.45 WIB.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, IPTU Hafiz Febrandani, melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade, mengungkapkan bahwa insiden ini bermula saat SF tengah menebas rumput.

Saat itu, saudara pelaku, DD, melintas dan menegur korban terkait parang yang dibawanya.

“DD yang merupakan saudara kandung DN menegur korban dengan mengatakan ‘Kenapa membawa parang?’ Lalu dijawab oleh korban ‘Cukup tau sama tau jak’. Kejadian itu sempat berlalu, namun memicu insiden selanjutnya,” ujar Aiptu Ade, Senin (31/3/2025).

Baca Juga: Pemerintah Kubu Raya Pastikan Pemberian THR, Termasuk untuk Ojek Online dan Kurir

Tak lama setelah kejadian tersebut, DN yang hendak membeli rokok di toko dekat gang bertemu dengan SF dan keduanya terlibat cekcok.

SF kemudian mengejar DN dengan parang hingga ke ujung gang, namun upaya ini sempat dicegah oleh warga.

Meski demikian, SF masih merasa tidak terima dan mendatangi rumah pelaku sambil membawa pisau kecil yang disimpan di saku celananya.

Ia juga berteriak, “Kau maok ke,” namun DD yang berada di lokasi segera mencegah dan mengusirnya menjauh.

“Pada saat bersamaan, DN keluar dari rumah dengan membawa senjata tajam dan terjadilah perkelahian yang akhirnya dilerai oleh warga,” lanjut Aiptu Ade.

Baca Juga: Hujan Deras Sebabkan Genangan 60 Cm di Jalan Trans Kalimantan, Kendaraan Terjebak Macet Sepanjang 7 Kilometer

Akibat perkelahian tersebut, SF mengalami luka serius berupa tusukan di bahu kiri serta dua sayatan di bagian kepala.

Sementara DN juga mengalami luka sayatan di bagian kepala yang membutuhkan 27 jahitan.

SF akhirnya meninggal akibat luka-lukanya, sementara DN yang mengalami luka tetap selamat.

Saat ini, DN telah diamankan oleh Polres Kubu Raya dan dijerat dengan Pasal 354 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Tips Mengendalikan Emosi dan Menghindari Perkelahian

Ilustrasi emosi (Pexels.com)

Emosi yang tidak terkendali dapat memicu tindakan yang berujung pada konflik, termasuk perkelahian.

Oleh karena itu, penting untuk memahami cara mengontrol emosi agar tetap tenang dan terhindar dari situasi berbahaya.

Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengendalikan emosi dan menghindari perkelahian:

1. Tarik Napas dan Tenangkan Diri
Ketika emosi mulai memuncak, berhenti sejenak dan tarik napas dalam-dalam. Teknik pernapasan seperti menarik napas perlahan melalui hidung dan menghembuskannya lewat mulut dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh.

2. Hindari Konfrontasi Langsung
Jika merasa tersulut emosi dalam suatu situasi, lebih baik menjauh daripada menanggapi dengan kemarahan.

Konfrontasi langsung hanya akan memperburuk keadaan dan meningkatkan risiko perkelahian.

3. Pahami Pemicu Emosi
Setiap orang memiliki pemicu emosi yang berbeda. Mengenali faktor-faktor yang membuat kita mudah marah dapat membantu dalam mengantisipasi dan mengelola emosi sebelum mencapai titik ledakan.

4. Berlatih Komunikasi yang Baik
Seringkali, konflik terjadi karena kesalahpahaman. Cobalah berbicara dengan tenang, gunakan bahasa yang sopan, dan hindari nada suara yang menantang.

Menyampaikan pendapat dengan cara yang baik dapat mengurangi ketegangan dalam suatu situasi.

5. Jangan Terpancing Provokasi
Orang yang marah sering kali berusaha memprovokasi agar kita ikut terbawa emosi.

Jika menghadapi orang yang sedang emosi, tetaplah tenang dan jangan terpancing untuk membalas dengan amarah.

6. Fokus pada Solusi, Bukan Masalah
Daripada berdebat atau bertengkar, lebih baik mencari solusi yang bisa diterima oleh kedua belah pihak.

Jika situasi tidak memungkinkan untuk berdiskusi secara tenang, lebih baik menghindari percakapan lebih lanjut.

7. Ubah Pola Pikir
Melihat situasi dari sudut pandang lain dapat membantu mengontrol emosi.

Cobalah untuk berpikir jangka panjang, apakah kemarahan ini akan membawa dampak positif atau justru merugikan diri sendiri.

8. Salurkan Emosi dengan Cara Positif
Daripada menumpuk emosi negatif, cobalah menyalurkannya melalui aktivitas yang positif seperti olahraga, menulis, atau meditasi.

Hal ini bisa membantu meredakan stres dan emosi berlebihan.

Dengan mengendalikan emosi dan menghindari perkelahian, kita tidak hanya menjaga keselamatan diri sendiri tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan damai.

Load More