SuaraKalbar.id - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pontianak, Erma Suryani, mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan jasa calo atau biro jasa dalam pengurusan dokumen kependudukan.
Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk edukasi sekaligus langkah preventif terhadap risiko hukum dan kerugian yang bisa timbul akibat penggunaan jasa tidak resmi.
“Semua layanan di Disdukcapil itu gratis. Kalau masyarakat menggunakan calo, berarti mereka membayar sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dibayar,” tegas Erma saat memberikan keterangan kepada media, Selasa (22/7/2025).
Erma menjelaskan, meskipun banyak yang tergiur oleh janji layanan cepat dari para calo, faktanya dokumen yang diurus melalui jalur tersebut sangat rawan risiko pemalsuan, bahkan bisa dinyatakan tidak sah.
“Bisa jadi dokumen yang diberikan palsu, dan itu tentu membahayakan. Tidak menutup kemungkinan juga bisa saja disalahgunakan,” ungkapnya.
Data Tidak Valid Bisa Sebabkan Masalah Serius
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa penggunaan data tidak valid—yang kerap terjadi saat pengurusan dilakukan melalui pihak ketiga—dapat berdampak besar.
Kesalahan data seperti nama, tanggal lahir, atau nama orang tua bisa menyulitkan proses verifikasi dalam berbagai kebutuhan.
“Kesalahan seperti ini bisa berakibat panjang bagi pemilik dokumen, karena semua data harus sesuai dan akurat,” kata Erma.
Dokumen kependudukan yang tidak akurat atau palsu berpotensi menyebabkan kegagalan dalam mengakses layanan penting seperti BPJS Kesehatan, pernikahan, pembukaan rekening bank, hingga pengurusan paspor dan dokumen imigrasi lainnya.
Baca Juga: Temukan Takaran Beras Tak Sesuai saat Sidak, Bahasan Ancam Tindak Tegas Distributor Nakal!
“Kalau datanya salah, proses perbaikannya itu ribet dan memakan waktu,” imbuhnya.
Warga Diminta Urus Sendiri Dokumen, Kecuali Dalam Satu KK
Erma juga menekankan pentingnya mengurus dokumen kependudukan secara mandiri, demi menjaga akurasi dan keamanan data.
Pengecualian diberikan jika dokumen diurus oleh anggota keluarga yang berada dalam satu Kartu Keluarga (KK).
“Supaya data aman dan benar, sebaiknya urus sendiri. Jangan diwakilkan orang lain sembarangan,” pesannya.
Disdukcapil Kota Pontianak, lanjut Erma, terus berupaya membangun masyarakat yang mandiri dan sadar pentingnya administrasi kependudukan. Salah satunya melalui edukasi publik dan kemudahan akses layanan.
Akses Informasi Melalui Kanal Resmi
Bagi masyarakat yang masih bingung atau membutuhkan informasi lebih lanjut, Erma mengarahkan agar mengakses layanan resmi yang telah disediakan Disdukcapil.
Berita Terkait
-
Temukan Takaran Beras Tak Sesuai saat Sidak, Bahasan Ancam Tindak Tegas Distributor Nakal!
-
Disdukcapil Pontianak Tegaskan Dua Akta Kelahiran Tak Terkait Perdagangan Bayi ke Singapura
-
Disdukcapil Pontianak Klarifikasi Dugaan Dokumen Palsu dalam Kasus Perdagangan Bayi ke Singapura
-
Wali Kota Pontianak Imbau Warga Waspadai Beras Oplosan Bermodus Premium
-
7 Fakta Grup Facebook Gay di Pontianak yang Bikin Heboh Netizen
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Kenapa Parkir di Trotoar Masih Marak? Dishub Pontianak Gelar Razia Gabungan
-
Ingin Makeup Natural Sehari-hari? Ini 5 Foundation Terbaik yang Wajib Dicoba
-
5 Bedak Tabur Terbaik untuk Kulit Berjerawat, Ringan dan Tidak Menyumbat Pori
-
Bulog Kalbar Tingkatkan Penyerapan Gabah di 2026, Stok Beras Dipastikan Aman
-
75 Persen Masjid di Indonesia Bermasalah dengan Pengeras Suara