“Kita akan terus berupaya maksimal agar penanganan karhutla lebih efektif,” tegas Sujiwo, kamis.
Sebagai langkah antisipatif, Sujiwo juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api atau memicu kebakaran.
Ia menekankan bahwa dampak dari karhutla sangat merugikan tidak hanya dari segi lingkungan, tapi juga terhadap kesehatan dan produktivitas masyarakat.
“Kebakaran hutan dan lahan mengakibatkan kepulan-kepulan asap yang membahayakan kesehatan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Bupati Sujiwo turut menyoroti kondisi kualitas udara yang menurun dalam beberapa hari terakhir akibat minimnya curah hujan.
Ia mengingatkan masyarakat untuk mengambil langkah perlindungan diri dengan menggunakan masker saat berada di luar ruangan.
“Masyarakat juga harus mengurangi aktivitas di malam hari, lakukan perilaku hidup sehat, tidur yang cukup, banyak minum air putih, dan konsumsi makanan berserat,” imbaunya lebih lanjut.
Peringatan Bupati Sujiwo mendapat dukungan dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, Hery Purwoko.
Menurut Hery, sebagian besar wilayah di Kubu Raya belum mengalami hujan selama delapan hari terakhir, yang memperbesar potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan gambut dan semak belukar.
Baca Juga: Pura-pura Menstruasi, Bocah 10 Tahun Selundupkan Sabu ke Lapas Pontianak Pakai Pembalut
“Kondisi cuaca saat ini menjadi peringatan serius akan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Hery.
BPBD Kubu Raya, lanjut Hery, terus berkoordinasi dengan posko-posko pemantauan dan instansi terkait dalam memantau titik-titik panas (hotspot) serta menyiagakan tim pemadam di daerah rawan.
Masyarakat juga diminta untuk segera melaporkan apabila melihat aktivitas mencurigakan atau tanda-tanda awal kebakaran.
Upaya yang dilakukan pemerintah daerah saat ini bukan hanya fokus pada penanganan ketika karhutla terjadi, tetapi juga memperkuat sistem peringatan dini dan edukasi kepada masyarakat agar lebih tanggap dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan, termasuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta menjaga ekosistem hutan agar tetap lestari dan tidak rentan terhadap kebakaran.
Berita Terkait
-
Pura-pura Menstruasi, Bocah 10 Tahun Selundupkan Sabu ke Lapas Pontianak Pakai Pembalut
-
Kebakaran Lahan Meluas di Kalbar, BPBD Kerahkan Tim Gabungan untuk Padamkan Api
-
Bandara Supadio Kembali Sandang Status Internasional
-
BPBD Kalbar Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla di 3 Kabupaten Rawan
-
Petarung Muda Tewas Usai Bertanding di Begasak Vol II, Nyawa Rizal Tak Tertolong Sepekan Alami Koma
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
Terkini
-
Ratusan Mahasiswa Kalbar Gelar Aksi di Digulis, Bawa 16 Tuntutan untuk Pemerintah
-
Temui Mahasiswa Demo di Pontianak, DPRD Kalbar: Koruptor Makan Gratis Layak Dihukum Mati
-
BRI Apresiasi BRILink Agen dengan Emas, Aktivasi 50 Nasabah Raih 1 Gram
-
Siswa SD Urung Makan Setelah Temukan Ayam Berulat dalam Menu MBG
-
BRI Bikin Investasi Emas Makin Mudah dengan Fitur Toggle di BRImo