- Publik menyoroti dewan juri Indri Wahyuni dan Dyastasita WB akibat kontroversi penilaian pada final LCC Empat Pilar Kalimantan Barat.
- Kontroversi bermula dari perbedaan persepsi penilaian jawaban peserta terkait artikulasi yang memicu perdebatan luas di media sosial.
- MPR RI akhirnya meminta maaf dan menonaktifkan juri serta pembawa acara sebagai bentuk evaluasi atas polemik tersebut.
SuaraKalbar.id - Polemik Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat kini terus meluas. Setelah viral di media sosial dan memicu perdebatan publik, kasus tersebut kini ikut mendapat sorotan dari DPRD Kalimantan Barat (DPRD Kalbar).
Video perdebatan antara peserta SMA Negeri 1 Pontianak dengan dewan juri sebelumnya ramai beredar di TikTok, Instagram hingga X. Publik menyoroti perbedaan penilaian jawaban terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Menanggapi polemik tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPRD Kalimantan Barat, Yuliani, mengaku menyayangkan kejadian yang dinilai mencederai semangat kompetisi pelajar.
“Saya sangat menyayangkan ada kejadian seperti ini. Jadi untuk ke depan, dewan juri harus teliti dan dewan juri jangan sewenang-wenang juga. Seperti ini kan akhirnya mengecewakan banyak masyarakat,” ujarnya melansir suarakalbar-jaringan Suara.com, Selasa (12/05/2026) sore.
Pernyataan tersebut muncul di tengah derasnya kritik publik terhadap sistem penilaian dalam final LCC 4 Pilar Kalbar. Banyak netizen menilai jawaban peserta sebenarnya memiliki substansi yang sama, namun mendapat perlakuan penilaian berbeda dari dewan juri.
Akibat polemik tersebut, nama sejumlah juri ikut menjadi sorotan dan ramai dicari publik di media sosial maupun mesin pencarian Google.
Sosok Josepha Alexandra, siswi SMA Negeri 1 Pontianak yang menyampaikan protes langsung di hadapan dewan juri, bahkan kini mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Kasus ini juga berkembang menjadi perhatian nasional setelah anggota MPR RI, Dr. H. M. Rifqinizamy Karsayuda, menghubungi langsung Josepha dan menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi.
Tak hanya itu, Josepha juga diundang ke Jakarta dan ditawari beasiswa S1 ke Tiongkok sebagai bentuk apresiasi karena dinilai berani mempertahankan kebenaran.
Baca Juga: Josepha Alexandra, Siswi Viral yang Protes Juri LCC Kalbar Kini Ditawari Beasiswa ke Tiongkok
Sementara itu, DPRD Kalbar berharap polemik dalam ajang LCC 4 Pilar tersebut dapat menjadi evaluasi besar agar proses penilaian kompetisi pelajar ke depan berjalan lebih objektif, transparan, dan tidak kembali memicu kontroversi publik.
Tag
Berita Terkait
-
Josepha Alexandra, Siswi Viral yang Protes Juri LCC Kalbar Kini Ditawari Beasiswa ke Tiongkok
-
Fakta Indri Wahyuni dan Dyastasita WB, Dua Juri LCC 4 Pilar Kalbar yang Ramai Disorot Publik
-
Jawaban Mirip, Nilai Berbeda: 7 Fakta Polemik LCC 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang Kini Viral
-
Siapa Josepha Alexandra? Siswi SMAN 1 Pontianak yang Viral usai Polemik LCC 4 Pilar
-
DPRD Kalbar Usut Status Pulau Pengikik yang Kini Jadi Milik Kepri
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
BRI Perkuat Ekonomi Daerah Lewat Transformasi BRILink Agen
-
Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal
-
Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara
-
BRI Sambut Positif Penempatan Dana SAL, Fokus Dorong Pembiayaan UMKM
-
BRI Catat Setoran Pajak Rp8,1 Triliun pada Kuartal I 2026, Pengamat Soroti Peran Danantara