- Petugas PPSU Pontianak, seperti Satiman (54), telah mendedikasikan puluhan tahun menjaga kebersihan kota sejak subuh.
- Dedikasi petugas kebersihan ini membuahkan hasil nyata, termasuk penghargaan PPSU Terbaik dari DLH Kota Pontianak.
- Lebih dari 700 petugas PPSU merupakan mitra Pemkot Pontianak dalam menjaga kebersihan lingkungan kota yang diapresiasi.
SuaraKalbar.id - Setiap pagi, sebelum hiruk pikuk aktivitas warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dimulai, derap langkah para petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) telah lebih dulu terdengar. Di antara mereka, ada Satiman (54), sosok sederhana yang selama 33 tahun mendedikasikan hidupnya untuk menjaga kebersihan jalan kota.
Satiman bukan figur yang akrab dengan sorotan kamera atau panggung penghargaan. Sejak fajar menyingsing hingga matahari mulai terasa terik, ia setia menyapu aspal, membersihkan sisa aktivitas malam, dan memastikan wajah kota tampak rapi ketika warga memulai hari. Panas, hujan, dan debu adalah bagian dari rutinitas yang telah ia jalani sejak era Wali Kota Pontianak Majid Hasan.
"Saya sudah menjadi penyapu jalan sejak zaman Pak Majid Hasan menjadi Wali Kota. Bagi saya, bekerja itu amanah. Selama masih diberi kesehatan, tugas harus dijalankan sebaik mungkin," ujar Satiman, melansir Antara, Selasa, 3 Februari 2026.
Dedikasi tersebut membuahkan apresiasi. Pada 2021, Satiman menerima penghargaan sebagai PPSU Terbaik dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak.
Lebih dari sekadar pekerjaan, menyapu jalan bagi Satiman adalah bentuk pengabdian. Ia adalah seorang ayah dari dua anak yang tengah menempuh pendidikan tinggi. Setiap ayunan sapu adalah ikhtiar demi masa depan keluarga dan kenyamanan masyarakat.
"Kalau kota bersih, orang jadi nyaman. Itu sudah jadi kebanggaan tersendiri," ujarnya.
Tak banyak yang menyangka, dari penghasilan sebagai petugas PPSU, Satiman mampu menabung hingga akhirnya menunaikan ibadah haji.
"Alhamdulillah penghasilan saya dari pekerjaan ini, sedikit demi sedikit saya tabung dan dengan izin Allah, hasil tabungan itu, saya bisa menunaikan ibadah haji," ungkapnya.
Kisah seperti Satiman berlangsung setiap hari. Penghargaan datang belakangan, setelah kerja itu dijalani bertahun-tahun tanpa sorotan.
Pengabdian semacam ini sering luput terlihat, tetapi manfaatnya dirasakan luas. Selain Satiman, terdapat lebih dari 700 orang PPSU yang menjadi mitra Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Perempuan Tangguh di Balik Jalan Bersih
Kisah inspiratif tak berhenti pada Satiman. Wahideh (58), petugas PPSU perempuan, telah 22 tahun menyapu jalan sambil membesarkan anak-anaknya seorang diri. Ketekunannya membuahkan penghargaan PPSU Terbaik pada 2019.
Satu anaknya telah berkeluarga, sementara satu lainnya masih duduk di bangku SMA. Setiap pagi, Wahideh berangkat bekerja untuk memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
"Yang penting datang tepat waktu, kerja rapi, pulang tanpa beban," ungkapnya.
Hal serupa dijalani Parni (46), warga asli Pontianak yang juga telah lebih dari dua dekade mengabdikan diri sebagai petugas kebersihan. Seperti Wahideh, ia merupakan penerima penghargaan PPSU Terbaik.
Berita Terkait
-
Teh Cina Isi 13 Kg Sabu dari Malaysia Disita Bea Cukai Entikong Bareng TNI-Polri
-
Nafas Kalbar Gugat Prabowo Terkait Karhutla dan Kabut Asap
-
Kemarau Panjang Bikin Sayur di Pontianak Makin Mahal, Kacang Panjang Tembus Rp55 Ribu
-
DPR Sahkan 15 UU Kabupaten/Kota di Kalimantan, Pontianak hingga Ketapang Masuk Daftar
-
Media Asing: Karhutla Bikin Kas Indonesia Jebol Rp123,1 Triliun, Rp93,56 T Habis untuk Ini
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
BRI Peduli Hadir untuk Mahesa, Bantu Wujudkan Mimpi Lewat Sepeda
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak