- Orang tua perlu memperkenalkan salat tarawih kepada anak menggunakan bahasa sederhana, menjelaskan bahwa itu adalah ibadah spesial Ramadan.
- Anak dapat dimotivasi melalui pendampingan bertahap, misalnya memulai dengan 2–4 rakaat, serta menggunakan perlengkapan salat menarik.
- Penting menciptakan suasana kondusif, menyiapkan fisik anak yang cukup istirahat, dan memberikan apresiasi setelah selesai tarawih.
SuaraKalbar.id - Salat tarawih adalah ibadah sunnah yang menjadi ciri khas malam-malam Ramadan. Dilaksanakan setelah salat Isya dan sebelum witir, tarawih memiliki keutamaan besar karena menjadi bagian dari qiyamul lail yang dianjurkan Rasulullah SAW.
Bagi orang dewasa, tarawih mungkin sudah menjadi rutinitas. Namun bagi anak-anak, berdiri lama dan mengikuti rangkaian ibadah bisa terasa melelahkan dan membosankan. Di sinilah peran orang tua sangat penting: memperkenalkan tarawih dengan cara yang menyenangkan, ringan, dan penuh makna.
Berikut 7 tips jitu agar anak tidak bosan mengikuti salat tarawih, sekaligus membantu menanamkan kecintaan pada ibadah sejak dini.
1. Jelaskan Tarawih dengan Bahasa Sederhana
Anak tidak perlu langsung memahami konsep pahala dan dosa secara mendalam. Gunakan bahasa yang sesuai usianya. Misalnya, jelaskan bahwa tarawih adalah “salat spesial di bulan Ramadan” yang membuat Allah senang, seperti ketika anak menyelesaikan tugas dan mendapat hadiah. Pendekatan sederhana akan membuat anak merasa tarawih itu mudah dan menyenangkan.
2. Ceritakan Keutamaan dengan Kisah Singkat
Anak sangat menyukai cerita. Sisipkan kisah ringan dari Al-Qur’an atau hadis tentang orang-orang yang rajin beribadah di Ramadan. Cerita pendek sebelum berangkat ke masjid atau sebelum salat di rumah bisa menumbuhkan rasa bangga dan motivasi dalam diri anak.
3. Mulai Bertahap, Jangan Memaksa
Tidak perlu memaksa anak menyelesaikan 8 atau 20 rakaat sejak awal.
Mulailah dengan 2–4 rakaat di malam pertama. Jika anak sudah terbiasa, tambahkan sedikit demi sedikit. Cara ini membuat anak merasa mampu dan tidak tertekan, sehingga tarawih tidak diasosiasikan sebagai beban.
4. Sediakan Perlengkapan Salat yang Menarik
Perlengkapan ibadah yang menarik bisa meningkatkan antusiasme anak. Sajadah bergambar, mukena warna cerah, sarung lucu, atau peci favorit akan membuat anak merasa memiliki “peralatan khusus” untuk tarawih. Hal sederhana ini sering kali berdampak besar pada semangat anak.
5. Siapkan Kondisi Fisik Anak
Anak yang mengantuk dan lelah akan sulit menikmati ibadah. Pastikan anak cukup istirahat, misalnya dengan tidur siang. Batasi aktivitas berat menjelang malam agar energi anak tetap terjaga saat tarawih.
6. Ciptakan Suasana Ibadah yang Seru
Berita Terkait
-
Keluarga Urban Punya Kebutuhan Berbeda, Ini Cara Memilih Stroller yang Tepat
-
Kenapa Pintu Kayu Bisa Longgar dan Menyusut Sendiri? Ini 7 Penyebab Lengkap Tipsnya
-
5 Tips Pakai Lipstik Merah agar Elegan dan Tidak Menor, Dijamin Auto Berkelas
-
7 Tips Memasak dengan Air Fryer agar Makanan Renyah dan Lebih Sehat, Tanpa Boros Listrik
-
Rehat Sejenak, 5 Tips Menikmati Akhir Pekan Tanpa Perlu Merasa Bersalah
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Agar Akses Berbagai Layanan di Koperasi Desa Makin Mudah, BRI Hadirkan BRILink Agen
-
Orang Utan pun Menyerah Hadapi Karhutla, Akankah Pemerintah Terus Menunggu Hujan?
-
Karhutla Kalbar Berulang, Komnas HAM Telusuri Tanggung Jawab Negara
-
BRI Raih 36 Penghargaan TBCCI 2026, Sabrina Jadi Andalan Layanan Digital
-
Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?