- BMKG Kalbar peringatkan potensi hujan sedang pada 4, 7, dan 8 Maret 2026 berdasarkan analisis 2 Maret.
- Risiko Karhutla di Kalbar meningkat antara 2 hingga 7 Maret 2026 akibat cuaca kering.
- BMKG mengimbau masyarakat dan pelaku usaha waspada serta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan karhutla.
SuaraKalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kalimantan Barat mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang serta kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada awal Maret 2026.
Berdasarkan pembaruan analisis cuaca tertanggal 2 Maret 2026, BMKG Kalbar mengidentifikasi potensi hujan sedang yang diprakirakan terjadi pada 4, 7, dan 8 Maret 2026 di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
Di sisi lain, periode 2 hingga 7 Maret 2026 juga dinilai rawan terhadap peningkatan risiko karhutla akibat kondisi cuaca relatif kering dan suhu udara yang cukup tinggi di beberapa daerah.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di luar ruangan dan para pelaku usaha di sektor perkebunan serta pertanian, agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Upaya pencegahan sejak dini dinilai sangat penting guna meminimalisir risiko kebakaran yang dapat berdampak pada kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Pemerintah daerah dan instansi terkait juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang rawan karhutla, dengan memperkuat patroli serta sosialisasi kepada masyarakat.
BMKG Kalbar terus memantau perkembangan dinamika atmosfer dan akan memberikan pembaruan informasi cuaca secara berkala. Masyarakat dapat mengakses informasi resmi melalui laman BMKG Kalbar maupun kanal informasi resmi lainnya.
Dengan adanya peringatan dini ini, diharapkan seluruh elemen masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan serta berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan keselamatan bersama. [suarakalbar]
Berita Terkait
-
Apa Itu Awan Cumulonimbus? BMKG Ungkap Potensi Cuaca Ekstrem pada 15-21 April 2026
-
BMKG Rilis Peringatan Dini Hujan Ekstrem di Jabodetabek Hingga 17 April
-
Viral Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi Pimpin Daerahnya: Kalau Bisa Kucium Lututnya
-
Berobat ke Malaysia, Langkah Gubernur Kalbar Ria Norsan Disorot di Tengah Kabar Pemeriksaan KPK
-
BMKG: Jabodetabek Berpotensi Diterpa Hujan Kilat dan Angin Kencang Hingga Sore
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Ini Identitas 8 Penumpang Helikopter PK-CFX yang Jatuh, Pilot hingga Penumpang Terungkap
-
Kronologi Lengkap Helikopter PK-CFX: Dari Menukung hingga Jatuh di Hutan Ekstrem Sekadau
-
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau, Kesaksian Warga Ungkap Momen Terakhir Sebelum Hilang
-
Update Evakuasi Helikopter PK-CFX: 8 Penumpang Terjebak di Hutan Ekstrem Sekadau
-
Detik-Detik Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Hancur di Kalimantan Barat