- Pasar tradisional di Pontianak menawarkan beragam kuliner khas yang cepat habis terjual sejak waktu subuh tiba.
- Pembeli disarankan datang sebelum pukul 07.00 WIB untuk mendapatkan menu sarapan favorit yang tersedia di pasar.
- Membawa uang tunai dan menentukan target lapak secara cepat menjadi kunci sukses berburu sarapan di pasar.
SuaraKalbar.id - Bagi warga Pontianak, pasar tradisional bukan hanya tempat belanja kebutuhan harian. Di sana, tersimpan banyak kuliner pagi yang menggoda lidah sekaligus ramah di kantong.
Mulai dari chai kue hangat, bubur pedas khas Kalimantan Barat, nasi kuning, hingga aneka gorengan yang baru diangkat dari wajan, semua bisa jadi pilihan sarapan yang menggugah selera.
Namun ada satu masalah klasik yang sering dialami pemburu sarapan: datang terlambat dan mendapati menu favorit sudah habis.
Apalagi di beberapa pasar tradisional populer di Pontianak, seperti Pasar Flamboyan, Pasar Tengah, atau Pasar Dahlia, kuliner tertentu bisa ludes hanya dalam hitungan jam setelah subuh.
Agar tak pulang dengan tangan kosong atau kecewa karena antrean panjang, ada beberapa tips yang bisa diterapkan saat berburu sarapan pagi di pasar tradisional Pontianak.
1. Datang Lebih Pagi Sebelum Jam 07.00 WIB
Pedagang sarapan di pasar tradisional umumnya mulai buka sejak pukul 05.00 WIB. Menu favorit seperti chai kue atau bubur pedas biasanya ramai diburu sejak pagi buta.
Jika datang di atas pukul 07.00 WIB, kemungkinan besar pilihan menu sudah jauh berkurang.
2. Bawa Uang Tunai Secukupnya
Baca Juga: 5 Filosofi Bubur Pedas Sambas yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Sarat Makna Kehidupan
Meski kini sebagian pedagang sudah menerima pembayaran digital, banyak penjual makanan di pasar tradisional masih mengandalkan transaksi tunai.
Membawa uang pas juga bisa mempercepat antrean dan memudahkan transaksi.
3. Cari Lapak yang Ramai, tapi Tetap Bergerak Cepat
Lapak yang ramai biasanya menandakan rasa yang enak atau harga yang terjangkau.
Namun jangan terlalu lama memilih. Dalam kondisi ramai, makanan bisa cepat habis sebelum giliran tiba.
4. Kenali Menu Khas yang Cepat Ludes
Tag
Berita Terkait
-
5 Filosofi Bubur Pedas Sambas yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Sarat Makna Kehidupan
-
7 Alasan Orang Pontianak Betah Nongkrong di Warkop Seharian, Tradisi yang Bikin Pendatang Kaget
-
7 Jajanan Tradisional Pontianak yang Mulai Langka, Ada Batang Burok yang Bikin Nostalgia
-
7 Bakso dan Mie Viral di Pontianak 2026, Nomor 4 Jadi Favorit Kuliner Malam
-
105 SPPG di Aceh Berubah Jadi Dapur Umum, Salurkan Makanan untuk Korban Bencana
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
5 Tips Berburu Sarapan Enak di Pontianak, Datang Lebih Pagi Sebelum Menu Favorit Habis
-
5 Filosofi Bubur Pedas Sambas yang Jarang Diketahui, Nomor 3 Sarat Makna Kehidupan
-
Nasib Orangutan yang Tersesat di Kebun Warga Ketapang, Dievakuasi ke Gunung Palung
-
7 Alasan Orang Pontianak Betah Nongkrong di Warkop Seharian, Tradisi yang Bikin Pendatang Kaget
-
7 Jajanan Tradisional Pontianak yang Mulai Langka, Ada Batang Burok yang Bikin Nostalgia