- Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menantang Dedi Mulyadi untuk memimpin daerahnya dengan pernyataan viral yang memicu perdebatan publik.
- Krisantus menyatakan perbedaan geografis dan keterbatasan anggaran membuat tantangan pembangunan di Kalimantan Barat tidak setara dengan Jawa Barat.
- Dedi Mulyadi menanggapi tantangan tersebut secara tenang dengan menekankan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik serta tantangan yang berbeda.
SuaraKalbar.id - Pernyataan tak biasa langsung menyedot perhatian publik. Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, secara terbuka menantang Dedi Mulyadi, tokoh publik yang dikenal lewat gaya kepemimpinannya di Jawa Barat, dengan pernyataan yang kini viral yakni “Kalau bisa, kucium lututnya.”
Krisantus secara terbuka menantang Dedi Mulyadi untuk memimpin daerahnya. Bukan sekadar tantangan biasa, pernyataan itu bahkan disertai kalimat yang langsung viral di media sosial.
“Kalau dia bisa, saya cium lututnya.” Ucapan tersebut sontak memicu perdebatan luas, mulai dari dukungan hingga kritik dari warganet.
Pernyataan ini muncul di tengah perbandingan kinerja antar daerah yang ramai diperbincangkan publik. Krisantus Kurniawan menegaskan bahwa kondisi Kalimantan Barat tidak bisa disamakan dengan Jawa Barat.
Menurutnya, perbedaan geografis hingga kemampuan anggaran menjadi faktor utama yang membuat setiap daerah memiliki tantangan berbeda.
Ia menjelaskan, Kalimantan Barat memiliki wilayah yang jauh lebih luas dengan akses yang tidak semudah di Pulau Jawa.
Di sisi lain, anggaran daerah juga dinilai tidak sebesar Jawa Barat, sehingga pendekatan pembangunan tentu tidak bisa disamaratakan.
Pernyataan inilah yang kemudian menjadi dasar munculnya tantangan kepada Dedi Mulyadi.
Menariknya, alih-alih membalas dengan nada tinggi, Dedi Mulyadi justru memberikan respons yang lebih tenang. Ia menegaskan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan tantangan masing-masing, sehingga tidak tepat untuk dibandingkan secara langsung.
Baca Juga: Saat Anggaran Diminta Hemat, Pejabat Kalbar Mau Retreat ke Luar Daerah: Apa Urgensinya?
Sikap ini justru menuai pujian dari publik karena dinilai lebih bijak dan menyejukkan di tengah polemik.
Tak butuh waktu lama, pernyataan tersebut langsung menyebar luas di media sosial. Sebagian netizen mendukung pernyataan Krisantus Kurniawan karena dianggap realistis.
Namun, tak sedikit pula yang menilai pernyataan tersebut terlalu berlebihan dan justru memancing polemik baru. Fenomena ini menunjukkan bagaimana perbandingan antar daerah masih menjadi isu sensitif di tengah masyarakat.
Lebih dari sekadar pernyataan viral, perdebatan ini membuka diskusi lebih luas tentang ketimpangan pembangunan, perbedaan geografis, hingga kapasitas anggaran antar daerah di Indonesia.
Berita Terkait
-
Saat Anggaran Diminta Hemat, Pejabat Kalbar Mau Retreat ke Luar Daerah: Apa Urgensinya?
-
Perdagangan 1,38 Kg Sisik Trenggiling di Sintang Kalbar Dibongkar
-
BMKG Kalbar Peringatkan Hujan Sedang dan Potensi Karhutla 4-8 Maret 2026
-
Air Tanah Masuk Dalam Objek Pajak Pemkot Pontianak
-
50 Tim Melaju ke Semifinal Festival Sahur-Sahur 2026 di Mempawah, Ini Daftar Lengkapnya
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Profil dan Kekayaan Krisantus Kurniawan, Wagub Kalbar yang Viral Tantang Dedi Mulyadi 'Cium Lutut'
-
Viral! Wagub Kalbar Tantang Dedi Mulyadi, Ucapannya Bikin Heboh: Kucium Lututnya
-
Harga TBS Kelapa Sawit Kalbar April 2026 Tembus Rp3.726 Per Kilogram, Ini Rinciannya
-
Cara Menghilangkan Bekas Luka Gatal dengan Salep Herbal Lokal Khas Suku Dayak, Benarkah Ampuh?
-
Tips Memilih Helm yang Nyaman dan Tidak Bikin Pusing untuk Perjalanan Jauh Trans Kalimantan