- Bubur Pedas Sambas dari Kalimantan Barat merupakan kuliner tradisional kaya rempah yang menjadi identitas budaya masyarakat Melayu.
- Hidangan ini terbuat dari campuran berbagai bahan alami lokal yang diolah perlahan melalui proses memasak yang sabar.
- Filosofi hidangan ini melambangkan nilai kebersamaan, rasa syukur atas hasil bumi, serta simbol kepedulian dalam kehidupan masyarakat.
Penggunaan banyak sayuran lokal mencerminkan rasa syukur masyarakat terhadap hasil bumi yang melimpah. Tradisi memasak Bubur Pedas juga sering dilakukan saat acara keluarga atau momen tertentu sebagai simbol berbagi rezeki.
4. Mengajarkan Kesabaran dalam Proses
Membuat Bubur Pedas tidak instan.
Beras harus disangrai terlebih dahulu, bumbu dihaluskan, sayuran dipotong kecil, lalu dimasak perlahan agar rasa menyatu.
Ini menjadi simbol bahwa hasil terbaik membutuhkan proses dan kesabaran.
5. Simbol Kehangatan dan Kepedulian
Bubur Pedas sering disajikan hangat untuk keluarga atau tamu. Dalam budaya Melayu Sambas, menyuguhkan makanan hangat menjadi bentuk perhatian dan penghormatan.
Karena itu, Bubur Pedas bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang kasih sayang.
Di tengah gempuran makanan modern, Bubur Pedas Sambas tetap bertahan sebagai kuliner tradisional yang tak lekang oleh waktu.
Baca Juga: 105 SPPG di Aceh Berubah Jadi Dapur Umum, Salurkan Makanan untuk Korban Bencana
Bukan hanya mengenyangkan, makanan ini juga menyimpan cerita dan nilai kehidupan yang patut dijaga.
Tak heran jika bagi masyarakat Sambas dan Kalimantan Barat, Bubur Pedas bukan sekadar menu sarapan, melainkan bagian dari identitas budaya.
Berita Terkait
-
Bukan Gula atau Tepung, Plastik Justru Jadi Biang Pedagang Kue Pontianak Terjepit
-
Lebaran 2026 Jualan Apa? 6 Ide Kue Kering yang Selalu Dicari Konsumen
-
Kue Batang Burok dan Tari Timang Banjar Resmi Jadi Warisan Budaya
-
Pengusaha Kue Ini Makin Berkembang Berkat Pemberdayaan dari BRI
-
Mengenal Luak Kue, Kudapan yang Hanya Ada Saat Perayaan Imlek
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM
-
Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei
-
Bantu PMI Kelola Keuangan di Taiwan, Inovasi BRImo Raih Penghargaan IDX Channel 2026
-
DPLK BRI Raih Kehati ESG Award 2026, Konsisten Perkuat Investasi Berkelanjutan