- Bubur Pedas Sambas dari Kalimantan Barat merupakan kuliner tradisional kaya rempah yang menjadi identitas budaya masyarakat Melayu.
- Hidangan ini terbuat dari campuran berbagai bahan alami lokal yang diolah perlahan melalui proses memasak yang sabar.
- Filosofi hidangan ini melambangkan nilai kebersamaan, rasa syukur atas hasil bumi, serta simbol kepedulian dalam kehidupan masyarakat.
SuaraKalbar.id - Bubur Pedas Sambas dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional khas Kalimantan Barat yang memiliki cita rasa unik dan kaya rempah.
Meski namanya “pedas”, makanan ini justru tidak selalu menghadirkan sensasi cabai yang menyengat. Kata “pedas” dalam Bubur Pedas lebih merujuk pada kaya rasa rempah yang berpadu dengan aneka sayuran dan bahan alami.
Sekilas, tampilannya sederhana. Namun di balik semangkuk Bubur Pedas Sambas, tersimpan filosofi mendalam yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Melayu Sambas.
Campuran beras sangrai yang dihaluskan, aneka sayuran hijau, daun kesum, kacang tanah, ikan teri, hingga rempah-rempah bukan hanya sekadar bahan makanan.
Masing-masing menyimpan pesan tentang kehidupan, kebersamaan, hingga rasa syukur.
Berikut lima makna filosofis di balik Bubur Pedas Sambas yang mungkin belum banyak diketahui.
1. Simbol Kebersamaan dalam Keberagaman
Bubur Pedas dibuat dari banyak bahan berbeda yang dimasak menjadi satu.
Sayuran, rempah, kacang, dan ikan teri menyatu menghasilkan rasa khas.
Baca Juga: 105 SPPG di Aceh Berubah Jadi Dapur Umum, Salurkan Makanan untuk Korban Bencana
Ini melambangkan kehidupan masyarakat yang beragam namun tetap bisa hidup berdampingan dalam harmoni.
2. Lambang Kesederhanaan yang Menyehatkan
Bahan utama Bubur Pedas umumnya berasal dari kebun atau hasil alam sekitar.
Meski sederhana, makanan ini kaya nutrisi.
Filosofi ini mengajarkan bahwa sesuatu yang sederhana belum tentu kalah bernilai.
3. Bentuk Rasa Syukur atas Hasil Alam
Berita Terkait
-
Bukan Gula atau Tepung, Plastik Justru Jadi Biang Pedagang Kue Pontianak Terjepit
-
Lebaran 2026 Jualan Apa? 6 Ide Kue Kering yang Selalu Dicari Konsumen
-
Kue Batang Burok dan Tari Timang Banjar Resmi Jadi Warisan Budaya
-
Pengusaha Kue Ini Makin Berkembang Berkat Pemberdayaan dari BRI
-
Mengenal Luak Kue, Kudapan yang Hanya Ada Saat Perayaan Imlek
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Belajar Rupiah dari Anak-Anak: Nilainya Berbeda, Bangganya Harus Sama
-
IPOSC 2026 Digelar Saat Karhutla Parah, Muncul Desakan agar Acara Sawit Dibatalkan
-
KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro Naikkelaskan Jutaan UMKM
-
Dari PMI Jadi Pengusaha, Tati Purwanti Bawa Bubur Cirebon ke Jantung Kota Taipei