- Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan beasiswa pendidikan kepada 113 ribu lebih siswa SMA, SMK, dan SLB sepanjang tahun 2025.
- Kebijakan strategis di bawah kepemimpinan Ria Norsan dan Krisantus Kurniawan ini memperluas akses bantuan ke sekolah swasta secara merata.
- Perluasan jangkauan beasiswa bertujuan mengurangi kesenjangan pendidikan serta menekan angka putus sekolah bagi siswa kurang mampu di Kalimantan Barat.
SuaraKalbar.id - Lebih dari 113 ribu siswa di Kalimantan Barat telah merasakan manfaat beasiswa pendidikan. Kini, program tersebut tidak lagi terbatas untuk sekolah negeri, karena siswa sekolah swasta juga mulai ikut mendapatkan bantuan.
Perluasan ini menjadi langkah baru pemerintah provinsi dalam membuka akses pendidikan yang lebih merata, terutama bagi siswa yang selama ini berada di luar jangkauan program bantuan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari arah baru di bawah kepemimpinan Ria Norsan bersama Krisantus Kurniawan.
“Kebijakan ini dilakukan oleh Gubernur Ria Norsan dan Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan sebagai langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh siswa tanpa terkecuali,” ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, sepanjang 2025 lebih dari 113 ribu siswa SMA, SMK, dan SLB telah menerima manfaat program tersebut.
Mayoritas penerima masih berasal dari sekolah negeri, yakni sekitar 106 ribu siswa. Namun, perluasan kebijakan membuat ribuan siswa dari sekolah swasta kini ikut mendapatkan bantuan.
Tercatat sebanyak 7.372 siswa SMA swasta serta 586 siswa SLB swasta telah menerima beasiswa tersebut.
Angka ini menjadi sinyal bahwa akses bantuan pendidikan mulai merata, tidak lagi bergantung pada status sekolah.
Menurut Syarif Faisal, secara program tidak banyak perubahan karena anggaran dan kegiatan sudah berjalan sejak awal tahun. Namun yang menjadi pembeda adalah jangkauan penerima yang kini diperluas.
Baca Juga: Saat Warga Kalbar Berbondong ke Emas, Benarkah Tabungan Biasa Mulai Ditinggalkan?
“Secara program tidak banyak berubah karena saat Gubernur mulai menjabat, APBD dan kegiatan sudah berjalan. Namun yang membedakan adalah jangkauan program yang diperluas hingga ke sekolah swasta,” jelasnya.
Langkah ini dinilai sebagai terobosan, terutama di tengah kebutuhan untuk menekan kesenjangan antara sekolah negeri dan swasta.
Bagi banyak siswa, beasiswa bukan hanya soal bantuan biaya, tetapi juga peluang untuk tetap melanjutkan pendidikan.
Selama ini, siswa di sekolah swasta kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap program bantuan pemerintah. Dengan kebijakan baru ini, peluang tersebut kini mulai terbuka lebih luas.
Di sisi lain, program ini juga diharapkan mampu menekan angka putus sekolah, terutama bagi siswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Perluasan beasiswa ini menjadi sinyal bahwa kebijakan pendidikan mulai bergeser. Tidak lagi hanya berfokus pada jenis sekolah, tetapi pada kebutuhan siswa itu sendiri.
Tag
Berita Terkait
-
Saat Warga Kalbar Berbondong ke Emas, Benarkah Tabungan Biasa Mulai Ditinggalkan?
-
Rp170 Miliar Uang Negara Kasus Bauksit Diselamatkan, Tapi Kejati Kalbar Belum Tetapkan Tersangka
-
7 Jajanan Tradisional Pontianak yang Mulai Langka, Ada Batang Burok yang Bikin Nostalgia
-
5 Pondok Pesantren Favorit di Kalimantan Barat untuk PPDB 2026, Lengkap Estimasi Biaya dan Fasilitas
-
Sudah Lunas Rp54 Juta, Jemaah Haji Kalbar Masih Dibebani Biaya Tambahan Rp7,1 Juta
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Dari Upah Layak hingga Outsourcing, Ini 10 Tuntutan Buruh Kalbar di May Day
-
Siswa Sekolah Swasta di Kalbar Kini Bisa Dapat Beasiswa, Lebih dari 113 Ribu Sudah Terbantu
-
Promo Indomaret Akhir Pekan, Harga Mulai Rp8 Ribuan untuk Kebutuhan Harian
-
Dari Open Dumping ke Sanitary Landfill, Benarkah Masalah Sampah di Pontianak Sudah Selesai?
-
Saat Warga Kalbar Berbondong ke Emas, Benarkah Tabungan Biasa Mulai Ditinggalkan?