- Buruh di Kalimantan Barat menggelar aksi peringatan May Day 2026 untuk menyuarakan sepuluh tuntutan kesejahteraan ketenagakerjaan.
- Para pekerja mendesak kenaikan upah layak, penghapusan sistem kerja outsourcing, serta penghentian praktik pemutusan hubungan kerja sepihak.
- Pekerja menuntut jaminan sosial, keselamatan kerja, serta kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adil bagi pekerja formal dan informal.
SuaraKalbar.id - Peringatan May Day 2026 di Kalimantan Barat tidak hanya diwarnai aksi turun ke jalan, tetapi juga suara tegas dari para buruh yang menyuarakan tuntutan terhadap kondisi kerja yang mereka anggap belum berpihak.
Isu upah masih menjadi sorotan utama. Buruh menilai kenaikan upah belum sepenuhnya mencerminkan kebutuhan hidup layak, terutama di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan dalam beberapa waktu terakhir.
Namun tuntutan tidak berhenti di sana. Sistem outsourcing kembali menjadi perhatian karena dinilai membuat pekerja berada dalam posisi yang tidak pasti. Bagi buruh, kepastian kerja menjadi hal mendasar yang masih belum sepenuhnya terjamin.
Selain itu, kekhawatiran terhadap pemutusan hubungan kerja juga mencuat. Buruh mendesak agar tidak ada lagi PHK sepihak yang merugikan pekerja, terutama tanpa perlindungan yang jelas.
Di sisi lain, persoalan jaminan sosial dan keselamatan kerja juga ikut disuarakan. Masih ada pekerja yang belum mendapatkan perlindungan maksimal, baik dari sisi kesehatan maupun risiko kerja di lapangan.
Dalam momentum May Day ini, buruh juga menyoroti perlunya perubahan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih berpihak. Mereka berharap aturan yang ada tidak hanya menguntungkan industri, tetapi juga memberikan ruang yang adil bagi pekerja.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada pekerja informal yang selama ini kerap luput dari perlindungan. Buruh menilai kelompok ini perlu mendapatkan perhatian lebih dalam sistem ketenagakerjaan.
Secara keseluruhan, ada sepuluh tuntutan yang disuarakan dalam aksi May Day di Kalbar. Dari upah layak, penghapusan outsourcing, hingga perlindungan pekerja, semuanya menjadi gambaran kondisi yang masih dihadapi buruh hingga saat ini.
Momentum ini kembali menunjukkan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang untuk menyuarakan realitas yang masih dirasakan banyak pekerja.
Baca Juga: Siswa Sekolah Swasta di Kalbar Kini Bisa Dapat Beasiswa, Lebih dari 113 Ribu Sudah Terbantu
Berita Terkait
-
Siswa Sekolah Swasta di Kalbar Kini Bisa Dapat Beasiswa, Lebih dari 113 Ribu Sudah Terbantu
-
Saat Warga Kalbar Berbondong ke Emas, Benarkah Tabungan Biasa Mulai Ditinggalkan?
-
Rp170 Miliar Uang Negara Kasus Bauksit Diselamatkan, Tapi Kejati Kalbar Belum Tetapkan Tersangka
-
7 Jajanan Tradisional Pontianak yang Mulai Langka, Ada Batang Burok yang Bikin Nostalgia
-
5 Pondok Pesantren Favorit di Kalimantan Barat untuk PPDB 2026, Lengkap Estimasi Biaya dan Fasilitas
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Sebuah Bukti Dedikasi: Mantri BRI Ini Hadir Dampingi UMKM di Kepulauan Talaud
-
Kinerja Makin Solid, BRI Perkuat Transformasi Lewat BRIvolution Reignite
-
KUR BRI Antar Perajin Gula Merah Sumenep Tingkatkan Produksi hingga 2 Kali Lipat
-
Viral Video Tak Senonoh Tayang di Videotron Pemkab Melawi, Begini Dugaan Penyebabnya
-
Mantri BRI Buka Akses Perbankan hingga Pegunungan Toraja