- Masyarakat Melayu di tepian Sungai Kapuas, Pontianak, membangun rumah panggung untuk beradaptasi dengan banjir dan luapan sungai.
- Desain rumah panggung memiliki ventilasi alami dan atap tinggi untuk menjaga kesejukan hunian di tengah iklim tropis.
- Konsep rumah tradisional ini mulai kembali diterapkan pada hunian modern sebagai solusi efektif menghadapi risiko cuaca ekstrem.
SuaraKalbar.id - Di tepian Sungai Kapuas, rumah-rumah panggung khas Melayu masih bertahan di tengah modernisasi Kota Pontianak.
Sekilas bentuknya terlihat sederhana. Namun di balik desain kayu dan tiang tinggi itu, tersimpan cara hidup masyarakat lama yang ternyata sangat menyesuaikan kondisi alam Kalimantan Barat.
Salah satu alasan utama rumah Melayu Pontianak dibangun tinggi adalah untuk menghadapi banjir pasang dan luapan Sungai Kapuas yang sejak dulu menjadi bagian dari kehidupan warga.
Di tengah perubahan cuaca yang makin sulit diprediksi, banyak orang mulai menyadari bahwa desain rumah tradisional ini sebenarnya memiliki konsep yang sangat cerdas. Pontianak dikenal sebagai kota yang tumbuh di sekitar aliran sungai besar.
Karena itu, masyarakat Melayu sejak lama membangun rumah dengan menyesuaikan kondisi tanah dan air.
Rumah panggung menjadi solusi agar bagian utama bangunan tetap aman ketika air sungai naik atau tanah menjadi lembap.
Tiang rumah biasanya dibuat cukup tinggi menggunakan kayu keras yang tahan terhadap kondisi basah.
Sementara bagian bawah rumah dibiarkan terbuka agar air bisa lewat tanpa langsung merusak ruang utama tempat tinggal.
Selain membantu menghadapi genangan air, desain rumah Melayu Pontianak juga dibuat untuk menyesuaikan iklim tropis Kalimantan yang panas dan lembap.
Baca Juga: Kalbar Jadi Provinsi dengan Ekonomi Tertinggi di Kalimantan pada 2026, Ini Pendorong Utamanya
Bentuk rumah yang memiliki banyak ventilasi membuat sirkulasi udara lebih baik dibanding rumah tertutup modern.
Hal ini membuat bagian dalam rumah terasa lebih sejuk meski tanpa pendingin ruangan. Atap yang tinggi juga membantu mengurangi hawa panas pada siang hari.
Karena itu, banyak arsitek mulai menilai rumah tradisional Melayu sebenarnya memiliki konsep ramah lingkungan yang relevan hingga sekarang.
Belakangan, desain rumah panggung kembali menjadi perhatian setelah sejumlah daerah di Kalimantan Barat beberapa kali mengalami banjir akibat hujan ekstrem dan pasang air sungai.
Tidak sedikit warga mulai membandingkan ketahanan rumah lama dengan bangunan modern yang dibangun terlalu rendah dari permukaan tanah.
Di media sosial, foto-foto rumah Melayu di tepian Sungai Kapuas juga mulai banyak dibahas karena dianggap lebih “siap” menghadapi kondisi alam dibanding sebagian rumah modern.
Berita Terkait
-
Kalbar Jadi Provinsi dengan Ekonomi Tertinggi di Kalimantan pada 2026, Ini Pendorong Utamanya
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Usai Dikunjungi Rocky Gerung, Ini Rahasia Kopi Warkop Asiang yang Sejak Dulu Bikin Orang Rela Antre
-
Tips Aman Tukar Ringgit di Pontianak: Cara Dapat Kurs Terbaik dan Hindari Penipuan
-
Mana Lebih Hemat? Adu Harga Sembako Pontianak vs Kuching, Hasilnya Tak Terduga
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Potret Ekonomi Kerakyatan Jadi Tema BRI InFrame 2026
-
BRI Dorong Nasabah Kenali Peluang Investasi Syariah di Tengah Dinamika Pasar
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Perluas Akses KPP dan FLPP Termasuk Bagi Debitur UMKM
-
Fasilitas Terbatas Tak Jadi Halangan, 3 Pelajar Kalbar Sabet 2 Emas 1 Perak
-
BRI Dukung Olahraga dan UMKM, Raih Penghargaan Sports Industry 2026