- Tokoh adat Panglima Jilah mengajak Presiden ke-7 RI Joko Widodo membintangi film kolosal bertema budaya Dayak.
- Pertemuan berlangsung di kediaman Jokowi di Kota Solo pada Rabu, 20 Mei 2026, guna membahas pelestarian kebudayaan.
- Film tersebut akan mengangkat sejarah hubungan antara masyarakat Dayak dengan Jawa serta Kerajaan Majapahit di masa lampau.
SuaraKalbar.id - Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan soal politik, melainkan rencana tak biasa: bermain dalam film kolosal bertema budaya Dayak.
Rencana tersebut diungkap langsung tokoh adat Dayak, Panglima Jilah usai menemui Jokowi di kediaman pribadinya di Jalan Kutai Utara 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Rabu (20/5/2026).
Tak tanggung-tanggung, Panglima Jilah menyebut Jokowi direncanakan menjadi pemeran utama dalam film kolosal tersebut.
“Beliau akan main film kolosal Dayak. Respons beliau positif, semuanya tentang budaya,” kata Panglima Jilah kepada wartawan.
Angkat Kisah Dayak
Menurut Panglima Jilah, film tersebut akan mengangkat cerita masyarakat Dayak di masa lampau, termasuk hubungan budaya Dayak dengan Jawa dan Majapahit.
Film itu dirancang sebagai film kolosal yang menggabungkan unsur sejarah, budaya, dan nilai kebangsaan.
“Itu menceritakan tentang cerita-cerita Dayak di masa lampau, bagaimana kolaborasi Dayak dengan Jawa, Majapahit,” ujarnya.
Ia memastikan Jokowi bakal memegang peran penting dalam cerita tersebut.
Baca Juga: Rahasia Tinta Tato Dayak: Campuran Arang dan Gula Aren yang Masih Dipakai Secara Tradisional
“Pokoknya peran beliau peran utama,” sambungnya.
Kedatangan Panglima Jilah ke rumah Jokowi langsung menarik perhatian publik. Selain mengundang Jokowi menghadiri acara adat budaya pada Agustus 2026 mendatang, pertemuan itu juga membahas isu kebangsaan hingga pelestarian budaya Dayak.
“Kita silaturahmi dengan beliau mengenai adat budaya, juga mengundang beliau di acara adat budaya di bulan delapan,” katanya.
Menurut Panglima Jilah, silaturahmi antar tokoh bangsa penting dilakukan untuk membicarakan persoalan kebangsaan dan menjaga persatuan.
“Silahturahmi tokoh itu penting supaya persoalan kebangsaan punya tempat untuk dibicarakan,” ungkapnya.
Rencana Jokowi bermain dalam film kolosal Dayak langsung memancing perhatian warganet.
Berita Terkait
-
Rahasia Tinta Tato Dayak: Campuran Arang dan Gula Aren yang Masih Dipakai Secara Tradisional
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Gawai Dayak Melawi: Ketika Budaya Tak Sekadar Dirayakan, Tapi Dipertahankan dari Zaman
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Bukan Sekadar Rumah Adat Dayak, Radakng Samilik Dibangun Rp1,5 Miliar, Ini Keunikannya
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
BRI dan Danantara Perkuat Transformasi, Dividen Jumbo Capai Rp52,1 Triliun
-
Perkuat Tata Kelola, BRI Terapkan Zero Tolerance untuk Fraud dan Korupsi
-
Baru Keluar dari Warkop, Anggota DPRD Sekadau Tewas usai Bertabrakan dengan Truk Tangki
-
BRI Cetak Wirausaha Baru dari Kalangan PMI, Cirebon Jadi Fokus Program
-
Dana SAL Kembali Ditempatkan, BRI Siap Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Lewat Pembiayaan Produktif