- Perekonomian Kalimantan Barat hingga April 2026 menunjukkan tren positif berkat kuatnya konsumsi masyarakat serta pertumbuhan sektor industri.
- Kinerja penerimaan pajak daerah mencapai Rp3,97 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran.
- Sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan sebesar 26,33 persen meski terdapat tantangan penurunan nilai ekspor produk kelapa sawit.
Selain industri pengolahan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga mencatat pertumbuhan yang cukup tinggi, yakni mencapai 22,91 persen.
Masih Ada Tantangan dari Sektor Ekspor
Meski berbagai indikator menunjukkan tren positif, Kalbar masih menghadapi tantangan dari sektor ekspor.
Penerimaan bea keluar tercatat mengalami penurunan karena belum adanya ekspor crude palm oil (CPO) dari Kalbar. Saat ini ekspor daerah masih banyak ditopang produk turunan kelapa sawit.
Namun demikian, kuatnya konsumsi domestik dan pertumbuhan industri membuat ekonomi Kalbar tetap mampu menjaga momentum positif.
Mengapa Ini Penting untuk Masyarakat?
Bagi masyarakat, pertumbuhan ekonomi bukan hanya soal angka statistik.
Ketika aktivitas usaha berjalan baik, peluang kerja cenderung lebih terbuka. Saat daya beli masyarakat terjaga, pelaku UMKM memiliki peluang lebih besar untuk berkembang. Begitu pula dengan sektor perdagangan yang menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga.
Karena itu, kuatnya konsumsi masyarakat dan industri bukan hanya menjadi kabar baik bagi pemerintah, tetapi juga menjadi sinyal bahwa roda perekonomian Kalbar masih terus bergerak di tengah ketidakpastian dunia.
Baca Juga: BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Kalbar, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
Di saat banyak negara masih berjuang menghadapi perlambatan ekonomi, aktivitas masyarakat sehari-hari ternyata tetap menjadi kekuatan utama yang menjaga ekonomi Kalimantan Barat tetap bertahan.
Tag
Berita Terkait
-
BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Kalbar, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada
-
Capaian CKG Kalbar Baru 2,6 Persen, Pemprov Perkuat Deteksi Dini Penyakit
-
Kalbar Raih Penghargaan Demokrasi Nasional, Ria Norsan Dorong Partisipasi Publik Terus Diperkuat
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Kelangkaan Solar Disebut Mulai Lumpuhkan Transportasi Air di Pesisir Kalbar
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Sering Belanja di Malaysia? Ini Barang Elektronik yang Bisa Dibawa Masuk lewat Entikong Tanpa Biaya
-
Daya Beli dan Industri Menjaga Ekonomi Kalbar Tetap Tumbuh di Tengah Tekanan Global
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Seleksi Mandiri UNTAN 2026: Jadwal, Biaya Pendaftaran, Syarat, dan Link Daftar Lengkap