Tasmalinda
Senin, 01 Juni 2026 | 21:37 WIB
Di tengah ketidakpastian dunia, belanja warga masih jadi penyelamat ekonomi Kalbar
Baca 10 detik
  • Perekonomian Kalimantan Barat hingga April 2026 menunjukkan tren positif berkat kuatnya konsumsi masyarakat serta pertumbuhan sektor industri.
  • Kinerja penerimaan pajak daerah mencapai Rp3,97 triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor perdagangan besar dan eceran.
  • Sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan sebesar 26,33 persen meski terdapat tantangan penurunan nilai ekspor produk kelapa sawit.

SuaraKalbar.id - Ketika berbagai negara masih dibayangi perlambatan ekonomi, perang dagang, hingga ketidakpastian geopolitik, Kalimantan Barat (Kalbar) justru menunjukkan daya tahan yang cukup mengejutkan.

Di balik berbagai tantangan global tersebut, ada satu faktor yang masih menjadi "penyelamat" ekonomi kalbar, yakni aktivitas belanja masyarakat yang tetap bergerak dan sektor industri yang terus tumbuh.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan perekonomian Kalimantan Barat hingga April 2026 masih berada dalam jalur positif. Perputaran uang di masyarakat tetap terjaga, aktivitas usaha masih berjalan, dan penerimaan negara terus meningkat.

Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalimantan Barat, Triyanto, mengatakan ketahanan ekonomi Kalbar tidak lepas dari kuatnya konsumsi masyarakat serta pertumbuhan sektor industri pengolahan.

"Di tengah gejolak geopolitik dunia, APBN Regional Kalimantan Barat tetap tumbuh," ujarnya.

Ketika Warga Tetap Belanja, Ekonomi Ikut Bergerak

Bagi sebagian orang, aktivitas belanja mungkin terlihat sebagai rutinitas biasa. Namun bagi perekonomian daerah, belanja masyarakat merupakan salah satu mesin utama penggerak pertumbuhan.

Saat masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari, makan di warung, berbelanja di pasar, hingga melakukan transaksi di pusat perbelanjaan, roda ekonomi ikut berputar.

Hal itu tercermin dari kinerja penerimaan pajak Kalbar yang hingga April 2026 mencapai Rp3,97 triliun atau tumbuh 16,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Mengintai Kalbar, Sejumlah Wilayah Diminta Waspada

Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha masih berlangsung cukup baik.

Sektor perdagangan besar dan eceran bahkan menjadi penyumbang terbesar penerimaan pajak di Kalbar dengan kontribusi mencapai 26,65 persen.

Angka ini menunjukkan bahwa konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama ekonomi daerah di tengah berbagai tekanan global.

Industri Pengolahan Ikut Melesat

Tak hanya konsumsi rumah tangga, sektor industri pengolahan juga menunjukkan performa yang impresif. Hingga April 2026, sektor ini tumbuh 26,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menjadi kabar baik karena industri pengolahan memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Load More