- Remaja bernama Rudiansyah membantu memadamkan kebakaran hutan di Palangka Raya pada Senin, 17 Agustus 2026.
- Aksi spontan mengenakan kostum Superman viral karena ia khawatir rumahnya terdampak dan trauma kabut asap 2015.
- BPBD mencatat 177 kejadian karhutla seluas 165,98 hektare di Palangka Raya sejak 1 Juni hingga 9 Agustus 2026.
SuaraKalbar.id - Rudiansyah, remaja asal Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memilih turun tangan ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin mendekati rumahnya. Sepulang sekolah, ia ikut membantu memadamkan api di Jalan Petuk Katimpun, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Senin (17/8/2026).
Yang membuat aksinya berbeda, Rudiansyah datang dengan mengenakan kostum Superman. Namun, di balik penampilan yang kemudian viral tersebut, ada alasan sederhana yang membuat remaja kelahiran Januari 2009 itu turun ke lokasi: ia khawatir rumahnya ikut terdampak kebakaran.
Rudiansyah mengatakan penggunaan kostum Superman tersebut sebenarnya dilakukan secara spontan. Kostum itu sudah dibelinya sejak Februari 2026 untuk mengikuti sebuah event lari, tetapi tidak pernah digunakan.
Di balik aksi spontan tersebut, Rudi ternyata memiliki pengalaman buruk dengan kabut asap. Saat berusia sekitar enam tahun pada 2015, ia pernah mengalami sakit akibat kabut asap tebal yang menyelimuti Palangka Raya.
Karena pengalaman tersebut, Rudiansyah tidak ingin hanya menyaksikan api mendekati lingkungan tempat tinggalnya. Ia memilih ikut membantu petugas dan warga memadamkan kebakaran.
Aksi remaja tersebut kemudian menyebar luas di media sosial. Jubah merah dengan lambang S di dadanya membuat Rudiansyah dijuluki seperti Superman yang turun ke tengah kepulan asap untuk membantu melawan karhutla.
Namun, di balik aksi yang terlihat heroik itu, ada persoalan yang jauh lebih besar. Palangka Raya tengah menghadapi ratusan kejadian karhutla sepanjang musim kemarau 2026.
177 Karhutla Terjadi di Palangka Raya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya mencatat sebanyak 177 kejadian karhutla selama periode 1 Juni hingga 9 Agustus 2026.
Baca Juga: Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Periksa Kesiapan 4 Perusahaan Cegah Karhutla
Dari jumlah tersebut, total luas lahan yang terbakar mencapai 165,98 hektare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak. “Selama periode 1 Juni sampai 9 Agustus 2026, kami mencatat terjadi 177 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 165,98 hektare,” kata Heri di Palangka Raya.
Dari 177 kejadian tersebut, sebanyak 110 kasus terjadi di Kecamatan Jekan Raya. Kemudian Sebangau 43 kejadian, Pahandut 18 kejadian dan Bukit Batu lima kejadian. Sementara Kecamatan Rakumpit belum mencatat kejadian pada periode tersebut.
Artinya, lebih dari separuh kejadian karhutla di Palangka Raya pada periode tersebut terjadi di Jekan Raya, wilayah tempat Rudiansyah tinggal dan ikut membantu pemadaman.
Rudi Jadi Simbol di Tengah Karhutla
Aksi Rudiansyah akhirnya tidak hanya menarik perhatian masyarakat. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga memberikan apresiasi setelah bertemu langsung dengan Rudiansyah di kawasan Petuk Katimpun.
Tag
Berita Terkait
-
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Periksa Kesiapan 4 Perusahaan Cegah Karhutla
-
Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara
-
Kalimantan Barat Jadi Penyumbang Titik Panas Terbesar, Karhutla Dikhawatirkan Meluas
-
BMKG: Kalbar Masuk Waspada 6-12 April, Hujan Turun Tapi Risiko Karhutla Meningkat
-
Waspada! Potensi Hujan Sedang di Kalbar Hingga Akhir Maret 2026
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' di Tengah 177 Karhutla Palangka Raya, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
BRI KKB National Expo 2026 Raih Rekor MURI Setelah Digelar di 131 Lokasi
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
Hadapi Musim Kemarau, Kemenhut Periksa Kesiapan 4 Perusahaan Cegah Karhutla
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia