SuaraKalbar.id - Kondisi Saliman (45), orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ asal Desa Wajo Hulu, Kecamatan Jongkat, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat kekinian berangsur membaik
Saliman dikabarkan mulai mudah diajak berkomunikasi dengan orang lain setelah bertahun-tahun hidup dirantai dan dikurung oleh pihak keluarga. Ia juga sudah tidak lagi mengamuk.
Hal ini dibenarkan oleh Bhabinkamtibmas Desa Wajok Hulu, Aipda Aloysius yang selama ini kerap menyambangi Saliman.
Terakhir kali, Aloysius mengaku dirinya bertemu Saliman pada Kamis (2/7/2020). Kebetulan saat itu, Saliman baru saja berulang tahun ke-45.
Baca Juga:Positif Corona, Rektor Universitas Sumatera Utara Diisolasi di Rumah Sakit
"Ketika itu, saya terkejut mendapat informasi bahwa pak Saliman lahir pada 1 Juli 1975, itu berarti hari lahir beliau bertepatan dengan HUT Bhayangkara. Maka saya bersama Wakapolsek Siantan Ipda Eri Nurnahar kemudian menyambanginya," kata Aloysius kepada Suarakalbar.co.id -- jaringan Suara.com, Minggu (12/7/2020).
Kala itu, terang Aloysius, dirinya dan Eri Nurnahar membawakan kue ulang tahun dan kado berupa baju dan kain sarung kepada Saliman.
Kado tersebut bahkan langsung dipakai Saliman dengan dibantu oleh wakapolsek.
"Saya dan wakapolsek gembira karena pak Saliman ternyata sudah lancar diajak berkomunikasi, tidak seperti dulu yang lebih banyak diam. Ini benar-benar perubahan yang tak saya sangka, mudah-mudahan ini awal yang baik untuk kesembuhan beliau," sambungnya.
Tanggapan Kakak Saliman
Baca Juga:Detik-detik Takmir Masjid Serang Maling Kotak Amal, Aksinya Viral
Marjun, kakak kandung Saliman mengucap syukur setelah adiknya menunjukkan perkembangan lebih baik.
- 1
- 2