Ruminah mengaku tidak sempat melihat pelaku yang melakukan penyerangan karena langsung terjatuh dengan kondisi kepala berdarah.

Setelah itu, dia langsung ditolong oleh warga dan dibawa ke bidan desa.
"Pelakunya saya tidak sempat lihat ciri-cirinya. Mukulnya pakai apa juga tidak tahu," ucap perempuan yang rumahnya berjarak sekitar 150 meter dari musala itu.
Ruminah menyebut, penyerangan oleh orang tak dikenal tersebut sudah dua kali terjadi.
Baca Juga:Viral di TikTok, Grup Nenek-Nenek Modis Tampil Kayak Model Profesional
Sebelumnya, kejadian serupa menimpa marbot musala, Tarmudi pada Maret lalu.
Saat itu Tarmudi yang sedang mengaji sembari menunggu azan subuh tiba-tiba dipukul orang tak dikenal dari arah belakang menggunakan kayu.
"Kejadian pertama pas awal-awal ada virus corona (Maret). Waktu itu juga tidak tahu siapa pelakunya," ujarnya.
Sementara itu, hingga kini kepolisian masih menyelidiki peristiwa tersebut.
Belum diketahui pelaku yang melakukan penyerangan dan motifnya.
Baca Juga:Nenek-nenek Tewas Dikejar Anjing, Kena Serangan Jantung di Taman Baiduri