facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Fadli Zon Ajak Boikot Air Mineral Prancis, Produk Makanan Juga

Pebriansyah Ariefana | Hadi Mulyono Senin, 02 November 2020 | 08:06 WIB

Fadli Zon Ajak Boikot Air Mineral Prancis, Produk Makanan Juga
Fadli Zon sebut agen provokator dalam demo omnibus Law. (YouTube/Fadli Zon Official)

Sontak, ajakan Fadli Zon tersebut langsung disambar beragam komentar dari warganet.

SuaraKalbar.id - Fadli Zon mengajak masyarakat Indonesia memboikot produk Prancis karena pernyataan presidennya menghina Islam. Fadli Zon meminta tidak mengkonsumsi makanan dan minuman asal Prancis.

Pernyataan Fadli itu ia ungkapkan melalui akun Twitternya @fadlizon, Minggu (01/10/2020).

"Mari kita boikot dari mulai air mineral produk Prancis, makanan, dan produk-produk lainnya," kicau Fadli Zon.

Sontak, ajakan Fadli Zon tersebut langsung disambar beragam komentar dari warganet.

Baca Juga: Politisi PDIP Dewi Tanjung Tolak Boikot Produk Prancis: Tetap Pakai!

"Terus kalau perusahaannya di sini tutup, karyawannya di PHK, keluarganya bapak yang kasi makan?" sergap akun @wiraa***

"Kalau perusahaannya air minum bangkrut,karyawan di phk apa mau lo yang biayain keluarganya," tulis warganet lainnya dengan akun @aiman***

Tangkap layar video eks dua pimpinan DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah seusai menerima penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi di Istana Negara. (Youtube Istana).
Tangkap layar video eks dua pimpinan DPR, Fadli Zon dan Fahri Hamzah seusai menerima penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi di Istana Negara. (Youtube Istana).

Seruan MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan rakyat Indonesia khususnya umat Islam untuk memboikot produk-produk Prancis.

Hal ini diserukan MUI merespon Presiden Emmanuel Macron masih bersikeras tidak meminta maaf kepada umat Islam atas kontroversi karikatur Nabi Muhammad saw.

Baca Juga: Seruan Boikot! Ini Produk Prancis di Indonesia, Ada Tas Mewah Artis

"Memboikot semua produk yang berasal dari negara Prancis serta mendesak kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan tekanan dan peringatan keras kepada Pemerintah Prancis," kata Wakil Ketua Umum MUI KH Muhyiddin Junaidi dilansir Suara.com dari Antara, Jumat (30/10/2020).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait