Jangan Remehkan Cuaca Dingin, Bisa Bikin Virus Lebih Gampang Menyebar

Apa yang membuat cuaca dingin lebih rawan penyebaran virus?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
Jum'at, 13 November 2020 | 14:27 WIB
Jangan Remehkan Cuaca Dingin, Bisa Bikin Virus Lebih Gampang Menyebar
Ilustrasi virus. [Shutterstock]

SuaraKalbar.id - Ketika musim hujan mulai datang, udara akan terasa lebih dingin daripada sebelumnya. Orang-orang juga menjadi lebih rentan sakit akibat perubahan musim.

Sebenarnya, bukan cuaca dingin yang membuat orang sakit. Cara kuman dan manusia bertindak di musim inilah yang menyebabkan flu lebih mudah berkembang.

Masing-masing virus memang punya sifat berbeda. Meski begitu, secara umum virus merupakan organisme yang dapat bertahan lama pada suhu beku.

"Faktanya, banyak virus tumbuh subur di udara dingin. Influenza (flu) dan rhinovirus (penyebab pilek) adalah dua yang berkembang di cuaca dingin," ungkap Edward Bilsky, Ph.D., Provost dan Kepala Bagian Akademik di Pacific Northwest University of Health Sciences.

Baca Juga:Pertama Kali, Mongolia Catatkan Infeksi Virus Corona Domestik

Mendukung pernyataan ini, studi pada 2016 yang terbit dalam jurnal Virus menemukan penurunan suhu dan kelembapan bisa meningkatkan risiko terinfeksi rhinovirus.

Ilustrasi virus covid 19. Di Sumsel, dua daerah masih ditetapkan sebagai zona merah penyebaran virus ini.
Ilustrasi virus covid 19. (Shutterstock)

Udara dingin membuat virus lebih mudah menyebar. Dilansir Insider, ternyata virus sebenarnya terlindungi udara dingin.

National Institutes of Health (NIH) AS memaparkan bahwa suhu dingin memungkinkan lapisan luar virus, selubungnya, mengeras menjadi 'gel kenyal'.

Kondisi ini melindungi virus serta memungkinkannya untuk menularkan atau menyebar dengan lebih baik.

"Udara yang kering juga memungkinkan virus untuk tetap di udara lebih lama dan meningkatkan kemungkinan orang lain mengirupnya," imbuh Bilsky kemudian.

Baca Juga:Alami Krisis Keuangan Akibat Virus Corona, JKT48 Terancam Bubar

Pada udara kering, tetesan tetap lebih kecil dan ringan sehingga memungkinkan mereka menyebar lebih jauh.

Namun, dalam kondisi lebih lembab, tetesan dapat menjadi lebih besar dan berat sehingga membuatnya lebih cepat jatuh ke tanah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak