Detoksifikasi Disebut Buruk Bagi Kesehatan, ini Penjelasan Ahli

Detoksifikasi bisa jadi pilihan buruk bagi kesehatan tubuh ketika ingin turunkan berat badan.

Angga Roni Priambodo | Shevinna Putti Anggraeni
Senin, 28 Desember 2020 | 06:14 WIB
Detoksifikasi Disebut Buruk Bagi Kesehatan, ini Penjelasan Ahli
Ilustrasi detoks alias detoksifikasi. (Photo by Vegan Liftz on Unsplash)

SuaraKalbar.id - Detoksifikasi dipercaya sebagai cara tercepat untuk menurunkan berat badan. Tapi, melakukan detoks tidak selalu menjadi keputusan terbaik untuk kesehatan Anda, begitu pendapat ahli diet.

Sebelumnya, detoks adalah praktik medis untuk menghilangkan bahan kimia beracun seperti obat-obatan dan alkohol dari tubuh. Saat itu, satu-satunya detoksifikasi yang direkomendasikan dan diawasi secara medis adalag chelation.

Chelation mengikat racun, seperti timbal, yang memungkinkan tubuh mengeluarkannya melalui buang air kecil.

"Anda memerlukan detoksifikasi semacam ini ketika tubuh memiliki penumpukan sesuatu seperti timbal dan darah menyaring racun ke seluruh tubuh," kata Denise DelPrincipe , MS, RDN, LD, ahli diet terdaftar yang berbasis di Midland, Texas dikutip dari Insider.

Baca Juga:Satu Keluarga Positif Virus Corona, Sang Anak Akui Dapat Suntikan 16 Kali

Penggunaan kata "detoks" atau "pembersihan" yang terbaru lebih mengacu pada pembuangan racun dari tubuh yang menumpuk akibat gaya hidup tidak sehat.

Ilustrasi perempuan mengalami obesitas. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan mengalami obesitas. (Shutterstock)

Detoksifikasi ini diklaim bisa membantu menurunkan berat badan, tingkat energi tinggi, sembelit, sakit kepala dan nyeri otot atau kelelahan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) tidak mengatur detoks, artinya bahan-bahan tersebut belum diuji untuk memastikan aman dikonsumsi.

Jenis detoks yang umum

Ada banyak jenis detoks yang umum dengan klaim manfaat kesehatannya masing-masing, antara lain:

Baca Juga:Akibat Terinfeksi Virus Corona Covid-19, Balita 3 Tahun Alami Stroke

1. Puasa

Detoksifikasi dengan cara pantang makan untuk jangka waktu lama membantu tubuh istirahat dari makanan yang dapat menyebabkan racun.

2. Diet cair

Detoksifikasi ini biasanya terdiri dari pola makan yang hanya minum cairan atau jus tertentu dalam jangka waktu tertentu. Motif di balik jenis pembersihan ini biasanya didorong oleh penurunan berat badan.

3. Olahraga atau sering ke sauna

Olahraga berlebihan atau penggunaan sauna untuk memicu keringat berlebih adalah salah satu cara orang mencoba membuang racun dari tubuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini