alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pembakar Lahan di Mempawah Diburu Polisi, 3 Orang Sudah Diringkus

Husna Rahmayunita Rabu, 03 Maret 2021 | 17:35 WIB

Pembakar Lahan di Mempawah Diburu Polisi, 3 Orang Sudah Diringkus
Seorang warga berada di lokasi lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (27/8/2020) malam. Kencangnya angin di lokasi kebakaran membuat api dengan cepat meluas membakar semak belukar di sekitar lahan tersebut. [ANTARA FOTO/Rony Muharrman]

Identitas pelaku telah dikantongi.

SuaraKalbar.id - Kebakaran lahan marak terjadi di Kalimantan Barat akhir-akhir ini. Polisi masih memburu pembakar lahan di Antibar, Mempawah.

Tiga pelaku sudah ditangkap. Pembakar lahan diamankan dari tiga tempat yang berbeda dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Mempawah, AKBP Fauzan Sukmawansyah.

"Kita tidak main-main terhadap upaya pembakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mempawah," ujarnya seperti dikutip dari Suarakalbar.co.id -- jaringan Suara.com, Rabu (3/3/2021).

Baca Juga: Kebakaran Lahan Gambut Meranti Sempat Meluas Hingga ke Desa Sonde

Fauzan merincikan tiga orang tersangka masing-masing berinisial T warga Kecamatan Sungai Pinyuh, tersangka berinsiial S, warga Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah TImur, dan tersangka M, warga Desa Sungai Bakau Besar Laut, Kecamatan Sungai Pinyuh.

“Atas penetapan ketiganya sebagai tersangka tindak pidana karhutla, maka kini telah kita lakukan penahanan," sambungnya.

Fauzan mengungkapkan, Satuan Reskrim Polres Mempawah masih membidik pelaku pembakaran lahan gambut di Dusun Moton, Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur.

“Identitas pelaku pembakaran lahan gambut di Moton Desa Antibar telah kita kantongi. Jika telah terkumpul bukti yang cukup, yang bersangkutan akan langsung kita jemput,” beber Fauzan.

Ia menyebut dari sekian banyak kebakaran lahan Mempawah, kejadian di Moton Desa Antibar yang paling parah dan paling sulit dipadamkan.

Baca Juga: Aduh, 5 Hutan Kota Batam Kebakaran sejak Awal Februari

“Tidak saja areal yang terbakar sangat luas, tapi kontur lahan gambut dan sulitnya mencari sumber air, membuat kami bersama personel TNI, harus bekerja keras hingga malam hari untuk melakukan pemadaman dan pendinginan,” ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait