Hindari Konsumsi 4 Makanan Ini, Bisa Membahayakan Kesehatan Hati

Salah satu makanan yang disebut bisa merusak kesehatan hati adalah keripik kentang.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Fita Nofiana
Minggu, 18 April 2021 | 14:05 WIB
Hindari Konsumsi 4 Makanan Ini, Bisa Membahayakan Kesehatan Hati
Ilustrasi keripik kentang. (Shutterstock)

SuaraKalbar.id - Ada banyak hal yang bisa memengaruhi kesehatan hati. Salah satunya adalah asupan makanan sehari-hari.

Menurut American Liver Foundation, diperkirakan sekitar 25 persen orang dewasa di Amerika punya penyakit hati berlemak non-alkohol (NAFLD). Kondisi hati kronis yang umum ini terjadi saat seseorang kelebihan lemak disimpan di dalam sel hati.

Penumpukan lemak dalam sel hati itu terutama disebabkan oleh pilihan makanan yang tidak sehat secara rutin. Melansir dari Eat This, berikut beberapa makanan yang perlu dibatasi untuk menjaga kesehatan hati. Apa saja?

Keripik kentang

Baca Juga:Puasa Jadi Lebih Berenergi, Berikut 5 Rekomendasi Makanan untuk Sahur

Mengkonsumsi terlalu banyak makanan asin, seperti keripik kentang, bisa menyebabkan kerusakan pada hati. Menurut sebuah studi tahun 2016, makan terlalu banyak garam dapat menyebabkan tingkat kematian sel yang lebih tinggi dan tingkat pembelahan sel yang lebih rendah. Kondisi ini bisa memicu fibrosis hati.

Daging merah

Sebuah studi tahun 2010 menemukan hubungan antara asupan daging merah dengan peningkatan risiko penyakit hati kronis serta karsinoma hepatoseluler, salah satu jenis kanker hati yang paling umum.

Kalau sudah memiliki NAFLD, Anda sebaiknya menghindari daging merah karena bahan makanan ini mengandung lemak jenuh tinggi. 

Ayam goreng

Baca Juga:Puasa saat Hamil Seperti Nagita Slavina? Ini Makanan yang Dibutuhkan!

Ayam goreng juga dibungkus dengan banyak lemak jenuh. Saat digoreng, makanan menyerap lemak dari minyak goreng sehingga menjadi lebih padat kalori. Meskipun makan gorengan tidak akan menyebabkan komplikasi kesehatan yang parah, memakannya secara rutin berpotensi menyebabkan kerusakan, terutama pada hati.

"Diet tinggi lemak jenuh menyebabkan peningkatan lemak hati dan resistensi insulin," ungkap Leann Poston, MD di Invigor Medical. 

Roti tawar. (Pixabay/@postcardtrip)
Roti tawar. (Pixabay/@postcardtrip)

Roti tawar, pasta, nasi

Karbohidrat olahan atau biji-bijian olahan seperti roti tawar, pasta, dan nasi punya indeks glikemik (GI) lebih tinggi ketimbang biji-bijian yang diproses secara minimal. Makanan dengan GI tinggi bisa menyebabkan lonjakan cepat gula darah yang kemudian memicu pankreas memproduksi insulin.

Walau ini adalah respons yang normal, mengonsumsi makanan ini secara teratur dapat menguras pankreas dan menyebabkan tubuh menjadi resisten terhadap insulin. Resistensi insulin sendiri diyakini menjadi penyebab NAFLD karena sel-sel di otot, lemak, dan hati tak merespons hormon dengan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak