SuaraKalbar.id - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) berujung dengan kematian. Seorang istri tewas ditenggelamkan suami.
Pembunuhan sadis ini terjadi di Sabtu (5/6/2021) sore. Suami yang berinisial SY, murka dan menenggelamkan istrinya HA hingga tewas di sungai belakang rumah.
Kasat Reskrim Polres Batola Iptu Suparli membeberkan kronologi kejadian tersebut.
Ia mengatakan, seorang tetangga awalnya mendengar keributan di rumah korban di Desa Sungai Gampa, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan.
Baca Juga:Yuyun Sukawati Sebut Fajar Umbara Psikopat, Ibunda Sakit Hati
Kejadian itu kemudian dilaporkan ke kades setempat, Nawawi.
Nawawi pun mendatangi rumah korban, tetapi saat masuk dia tak menjumpai SY dan HA.
Nawawi lalu mengecek ke belakang rumah dan sontak terkejut.
Dia melihat SY sedang berada di air sambil menekan seseorang dan melihat ada gelembung dari dalam air.
"Untuk meyakinkan apa yang dilihatnya, Nawawi kemudian menanyakan apa yang sedang dilakukan pelaku. SY menjawab bahwa ‘lagi mamatii iblis’ (sedang membunuh iblis, red),” ujar Lalu seperti dikutip dari Kanalkalimantan.com (jaringan Suara.com).
Baca Juga:Mediasi Gagal, Yuyun Sukawati Enggan Berdamai dengan Fajar Umbara
Nawawi langsung lari keluar rumah berteriak meminta tolong warga. Nahas saat kembali, dia menemukan korban sudah terkapar basah kuyup dalam kondisi tak bernapas.
Diduga, HA meninggal karena tidak bisa bernapas di dalam air dan selain itu juga ditemukan adanya busa yang keluar dari mulut korban.
Suparli menyebut, pelaku pembunuhan sudah diamankan Polres Batola guna proses hukum lebih lanjut.
"YSat ini tersangka sudah diamankan di Mapolres Batola. Peristiwa dipicu kasus KDRT,” puungkasnya.