Asal Usul Kubu Raya, Kabupaten Termuda di Kalimantan Barat hingga Nama Unik

Sejarah Kubu Raya belum banyak diketahui orang.

Husna Rahmayunita
Rabu, 16 Juni 2021 | 15:08 WIB
Asal Usul Kubu Raya, Kabupaten Termuda di Kalimantan Barat hingga Nama Unik
Tugu Ali Anyang di Ambawang, Kubu Raya, Kalimantan Barat. (YouTube/Vania Aprilio Lumban Gaol)

SuaraKalbar.id - Asal usul Kubu Raya, kabupaten termuda di Kalimantan Barat. Sejarah Kubu Raya belum banyak diketahui orang.

Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten yang ada di Kalbar. Ibu kota Kubu Raya di Sungai Raya.

Kabupaten Kubu Raya memiliki luas daerah sebesar 6.985,24 km2 dan berpenduduk sebanyak jiwa 609.392 jiwa.

Daerah ini merupakan hasil pemekaran wilayah Kabupaten Mempawah. Pemekaran ini didasarkan pada UU Nomor 35 Tahun 2007 tanggal 10 Agustus 2007. Oleh karena itu, Kabupaten Kubu Raya termasuk dalam kabupaten yang cukup muda.

Baca Juga:Sejarah Kesultanan Pontianak: 8 Sultan, Peninggalan dan Penyebab Runtuhnya Kerajaan

Berdirinya Kabupaten Kubu Raya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Kerajaan Kubu yang memiliki kedekatan dengan Kesultanan Pontianak.

Tampuk kekuasaan Kerajaan Kubu pertama kali dipegang oleh Syarif Idrus Al-Idrus. Ia merupakan seorang menantu dari Tuan Besar Mampawah dan masih memiliki hubungan ipar dengan Kesultanan Pontianak, Syarif Al-Qadrie.

Keluarga Syarief Al-Idrus memang dikenal sebagai keluarga kaya dan cukup terpandang karena usaha dagangnya yang memang pesat. Ia pun awalnya mendirikan sebuah perkampungan kecil di dekat muara Sungai Terentak.

Kantor Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat. (Antara/Rendra Oxtora)
Kantor Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat. (Antara/Rendra Oxtora)

Keluarga ini pun berhasil membangun hubungan baik dengan Inggris di bawah kekuasaan Gubernur Jenderal Sir Thomas Stamford Raffles.

Namun, kolonial Belanda tidak suka atas hubungan tersebut karena menurut perjanjian bangsa-bangsa, seharusnya Kalimantan dipegang oleh Belanda. Akibatnya, beberapa keluarga pun ada yang pindah ke Serawak yang merupakan daerah kekuasaan Inggris.

Baca Juga:Daerah di Kalimantan Ini Kekurangan Guru, Bisa Jadi Peluang!

Pada tahun 1911, terjadi perebutan jabatan antara Syarif Abbas Al-Idrus dan Syarif Zainal Al-Idrus. Selama delapan tahun, kursi pemimpin pun kosong karena tidak memiliki pengganti yang jelas, sehingga hanya dipimpin oleh pelaksana sementara.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini