alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah ABK Kapal Tenggelam di Perairan Kalbar, Selamat Berkat Busa Styrofoam

Husna Rahmayunita Sabtu, 17 Juli 2021 | 15:30 WIB

Kisah ABK Kapal Tenggelam di Perairan Kalbar, Selamat Berkat Busa Styrofoam
Purwanto, ABK kapal tenggelar yang selamatam di Perairan Kalbar. (Antara/HO)

Purwanto mengaku peristiwa itu terjadi begitu cepat.

SuaraKalbar.id - Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban kapal tenggelam di Perairan Kalimantan Barat (Kalbar). Ada 14 kapal nelayan yang tenggelam akibat cuaca buruk Selasa malam (13/7/2021) dan Rabu pagi (14/7/2021).

Sebanyak 53 anak buah kapal (ABK) jadi korban. Pada Jumat (16/7) siang, dilaporkan masih ada 49 ABK yang hilang perairan Muara Jungkat, Kabupaten Mempawah.

Salah satu kapal tenggelam yakni KM Anita Jaya 11. Kapal asal Jakarta itu mengangkut 16 ABK. Mereka awalnya ingin mencari cumi-cumi di perairan Muara Kakap, namun di tengah perjalanan mengalami kejadian nahas.

Kapal yang mereka tumpangi mengalami rusak mesin lalu diterjang angin kencang dan ombak tinggi hingga terbalik. Cerita diungkap oleh Purwanto, salah satu ABK KM Anita Jaya 11 yang berhasil selamat.

Baca Juga: Banjir, 208 Jiwa Warga Dusun Rasau Karya Dievakuasi

"Saat itu Rabu (14/7) kapal kami yang mengalami kerusakan mesin usai waktu maghrib sudah diterjang hujan lebat. Tidak hanya itu berkisar ukul 19.00 WIB kapal kami mulai diterjang angin kencang dan pada pukul 23.00 WIB kapal itu tersapu angin dan ombak yang cukup tinggi hingga terbalik," ungkapnya seperti dikutip dari Antara, Jumat (17/7).

Purwanto menyebut, peristiwa itu terjadi begitu cepat. Dia bersama 15 ABK lain berusaha menyelamatkan diri dengan mengarungi lautan.

Beruntung, dia dan beberapa temannya berhasil selamat berkat busa styrofoam yang digunakan untuk berenang.

Kapal nelayan tenggelam di Tanjung Bayung dan Muara Jungkat Kalimantan Barat.
Kapal nelayan tenggelam di Tanjung Bayung dan Muara Jungkat Kalimantan Barat.

"Ada busa styrofoam dapat membuat kami berenam dapat bertahan dan tidak tenggelam. Kami berhasil menemukan busa styrofoam walaupun ukuranya kecil namun dapat kami jadikan pelampung bersama," kata dia.

Sementara itu, lanjutnya, 10 ABK lain yang menumpang kapal bersama dia belum diketahui nasibnya. Terlebih saat itu, sudah malam, ditambah hujan disertai angin kencang dan ombak yang cukup tinggi.

Baca Juga: Peristiwa Langka, Jutaan Timun Laut Mendarat di Pantai Venesia

"Kami sebenarnya sudah berusaha untuk mendekati kapal kami yang terbalik. Namun karena arus cukup deras pelampung kami terbawa hingga ke tengah lautan," imbuhnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait