alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Razia Prokes di Perbatasan RI-Malaysia, Masih Banyak Warga yang Bandel

Husna Rahmayunita Jum'at, 23 Juli 2021 | 14:49 WIB

Razia Prokes di Perbatasan RI-Malaysia, Masih Banyak Warga yang Bandel
Ilustrasi - razia prokes. Petugas tim peucrok mendata pelanggar protokol kesehatan disela-sela razia masker di Jalan Medan - Banda Aceh di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, Selasa (20/10/2020) (ANTARA/HO)

Ada yang dites positif Covid-19.

SuaraKalbar.id - Guna memerangi pandemi Covid-19, razia protokol kesehatan digalakkan. Sejumlah orang terjaring razia prokes di Perbatasan RI-Malaysia di kawasan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Satgas Covid-19 Batang Lupar menggelar razia prokes Kamis (21/7/2021) malam. Razia tersebut dilakukan tim gabungan baik dari Anggota Polsek Batang Lupar, Petugas kesehatan Puskesmas Batang Lupar, Sat Pol PP dan apartur desa daerah setempat.

Dari hasil razia, ditemukan puluhan orang yang belum menaati prokes. Setelah dilakukan tes antigen, dua orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Dandim 1206 Putussibau melalui Danramil 1206-03/Batang Lupar Peltu Timur Edy dalam keterangan resminya.

Baca Juga: Dugaan Penimbunan Ratusan Tabung Oksigen di Kalbar, Dua Orang Diperiksa

"Ada 21 warga terjaring dalam razia gabungan Satgas Covid-19 dan dua orang diantaranya dinyatakan positif Covid-19 usai dilakukan swab antigen ditempat yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan Puskesmas Batang Lupar," ujarnya seperti dikutip dari Antara, Jumat (23/7/2021).

Operasi Tim Yustisi pelanggaran protokol kesehatan di Siak, Riau, Senin (21/12/2020). [Suara.com/Alfat Handri]
Ilustrasi- razia prokes. Operasi Tim Yustisi pelanggaran protokol kesehatan di Siak, Riau, Senin (21/12/2020). [Suara.com/Alfat Handri]

Edy mengatakan razia penegakan disiplin prokes di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) rutin dilaksanakan dengan tujuan mempercepat pemutusan mata rantai sebaran Covid-19 khususnya di wilayah Koramil Batang Lupar.

Sejak Januari hingga Juli 2021 terdapat 20 kasus Covid-19 di wilayah Batang Lupar, 10 orang diantarnya sembuh, satu orang meninggal dan sembilang orang sedang menjalani isolasi mandiri.

"Kesadaran masyarakat cukup baik, meski pun masih ada yang tidak mematuhi protokol kesehatan terutama selama PPKM, namun kami terus memberikan pemahaman dan melakukan sosialisasi dengan pola-pola pendekatan kepada masyarakat," jelas Timur.

Ia pun berharap masyarakat di wilayah Koramil Batang Lupar semakin meningkatkan disiplin Ptokes dan mematuhi PPKM agar terhindar dari sebaran Covid-19.

Baca Juga: Rumah Sakit di Sambas Kehabisan Oksigen, Singkawang Kirim Bantuan

Baca Juga

Berita Terkait