alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologi Petugas BPBD Meninggal Dunia saat Padamkan Karhutla

Husna Rahmayunita Jum'at, 30 Juli 2021 | 11:15 WIB

Kronologi Petugas BPBD Meninggal Dunia saat Padamkan Karhutla
Petugas BPBD meninggal dunia saat padamkan karhutla. (Antara/HO-BPBD Barito Selatan)

Fahrul sempat mengalami sesak napas.

SuaraKalbar.id - Kabar duka datang dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Seorang petugas BPBD meninggal dunia saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Petugas tersebut diketahui bernama Fahrul Razi, anggota Tim BPBD Barito Selatan. Ia meninggal dunia diduga karena kelelahan saat bertugas melakukan pemadaman, Kamis (29/7/2021).

Kala itu, Fahrul Razi dan sejumlah rekannya memadamkan api di lokasi karhutla di Desa Pamait, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Suwono BPBD Barsel mengatakan awalnya pihaknya mendapatkan informasi terjadi karhulta di desa Pamait tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.

Baca Juga: Karhutla di Dayun dan Mengkapan Siak, Api Belum Bisa Dipadamkan

"Begitu mendapat informasi, sebanyak 35 personel pun mempersiapkan peralatan dan langsung bergerak menuju Desa Pamait menggunakan mobil," ujarnya kepada Antara.

Medan untuk menuju lokasi cukup curam dan tim berjalan kaki sekitar 1,5 kilometer. karena kondisi kebakaran hutan dan lahannya sangat luas lebih dari 5 hektare pihaknya langsung melakukan penyekatan.

Foto udara lahan gambut yang terbakar di wilayah Jalan Dulin Kandang, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/4/2021). [ANTARA FOTO/Makna Zaezar]
Foto udara lahan gambut yang terbakar di wilayah Jalan Dulin Kandang, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Sabtu (24/4/2021). [ANTARA FOTO/Makna Zaezar]

Setelah mundur ke posko 1 sekitar 200 meter dari titik api untuk beristirahat sejenak sambil berjaga-jaga serta mengantisipasi supaya api tidak menjalar ke permukiman penduduk.

"Pada saat istirahat itulah Fahrul Fauzi tiba-tiba mengalami sesak dan sakit di dada, dan melihat kondisi itu, anggota BPBD langsung memberikan pertolongan," ungkapnya.

Karena sesak napas dan merasa kesakitan, Fahrul Fuzi diangkat menggunakan tandu yang dibuat seadanya dari batang anak kayu dan kain baju anggota BPBD menuju ke mobil ambulans dengan kondisi medan yang sangat berat tersebut.

Baca Juga: Tertinggi Selama Pandemi, 30.168 Jiwa Meninggal Akibat Covid-19 Bulan Ini

Namun saat dalam perjalanan menuju ke UGD RSUD Jaraga Sasameh Buntok itu, nyawa Fahrul Fauzi tak tertolong.

Baca Juga

Berita Terkait