Benda yang berbentuk perhiasan ini dipercaya dibuat pada masa kepemimpinan Sultan Aji Muhammad, kalung ciwa ditemukan pada tahun 1890 oleh warga sekitar di Danau Lapan, Muara Kaman.
4. Kalung Uncal
Pasca akuisisi yang dilakukan oleh kerajaan Kutai Kartanegara terhadap kerajaan Kutai Martadipura kalung uncal menjadi salah satu atribut wajib yang selalu dikenakan oleh Sultan Kartanegara. Sebuah perhiasan yang terbuat dari emas dengan bobot 170 gram ini memiliki ukiran hiasan yang menceritakan tentang kisah Ramayana.
Baca Juga:5 Peninggalan Kerajaan Kutai dan Daftar Nama-nama Pemimpinnya
Ketopong merupakan sebuah mahkota peninggalan Kerajaan Kutai yang terbuat dari bahan dasar emas seberat 1,98 kg, ketopong sultan ditemukan pada sekitar tahun 1890 di daerah Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Saat ini barang bersejarah tersebut disimpan pada Museum Nasional Jakarta dan replikanya disimpan di museum Mulawarman.
Selain peninggalan tersebut, keberadaan Kerajaan Kutai juga diketahui berdasarkan sumber sejarah yang ditemukan, yaitu berupa tujuh Prasasti Yupa yang ditulis dengan huruf Pallawa dengan Bahasa Sansekerta. Di dalam Prasasti Yupa, disebut nama Raja Kudungga yang pertama menduduki takhta Kerajaan Kutai.
Daftar Nama Raja Kutai
Berikut adalah daftar nama raja Kerajaan Kutai yang sempat memimpin Kerajaan Kutai yang perlu anda ketahui:
- 1300 – 1325 Aji Batara Agung Dewa Sakti
- 1350 – 1370 Aji Batara Agung Paduka Nira
- 1370 – 1420 Aji Maharaja Sultan
- 1420 – 1475 Aji Raja Mandarsyah
- 1475 – 1525 Aji Pangeran Tumenggung Jaya Baya (Aji Raja Puteri)
- 1525 – 1600 Aji Raja Mahkota
- 1600 – 1605 Aji Dilanggar
- 1605 – 1635 Aji Pangeran Sinum Panji Mendopo
- 1635 – 1650 Aji Pangeran Dipati Agung
- 1650 – 1685 Aji Pangeran Tejo Kusumo
- 1685 – 1700 Aji Begi gelar Aji Ratu Agung
- 1700 – 1730 Aji Pageran Dipati Tua
- 1730 – 1732 Aji Pangeran Dipati Anum Panji Pendopo
- 1732 – 1739 Sultan Aji Muhammad Idris
- 1739 – 1782 Aji Imbut gelar Sultan Muhammad Muslihuddin
- 1782 – 1850 Sultan Aji Muhammad Salehuddin
- 1850 – 1899 Sultan Aji Muhammad Sulaiman
- 1899 – 1915 Sultan Aji Alimuddin
- 1915 – 1960 Sultan Aji Muhammad Parikesit
- 1960 – sekarang, Sultan Haji Aji Muhammad Salehuddin II
(Dhea Alif Fatikha)
Baca Juga:Kasus Covid-19 di Kutai Kartanegara Masih Tinggi, Tapi yang Sembuh Banyak