facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Perempuan yang Diduga Dianiaya Anggota DPRD Mempawah, Ternyata Istri Siri

Chandra Iswinarno Selasa, 09 November 2021 | 14:24 WIB

Perempuan yang Diduga Dianiaya Anggota DPRD Mempawah, Ternyata Istri Siri
Ilustrasi penganiayaan. [ANTARA]

Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Anggota DPRD Mempawah berinisial Z terhadap perempuan berinisial SJ kini sedang dalam penanganan Polres Mempawah.

SuaraKalbar.id - Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Anggota DPRD Mempawah berinisial Z terhadap perempuan berinisial SJ kini sedang dalam penanganan Polres Mempawah. Diketahui, perempuan tersebut merupakan istri siri.

Z mengaku telah menikah siri dengan SJ awal tahun 2021. SJ merupakan seorang staf fraksi di Kantor DPRD Kabupaten Mempawah. Cinta lokasi itulah yang membuat mereka akhirnya menikah.

“Kenal dia sudah dua tahunan. Itu sejak saya jadi dewan. Dari situ, kami berhubungan dan akhirnya menikah,” kata Z kepada sejumlah media.

Terkait tudingan penganiayaan yang dilakukan terhadap SJ, Z menepisnya. Saat dikonfirmasi, Z menjelaskan, jika SJ yang menyerang dan memukulnya berkali-kali.

Baca Juga: Ditangkap, Begini Tampang Diduga Pelaku Penganiayaan Warga di Medan

“Dia (SJ) yang menyerang ke rumah saya. Dia juga memukul dan menarik pakaian saya. Bahkan, saya mengalami luka gores terkena kukunya,” katanya.

Dia melanjutkan, SJ menyerangnya ketika hendak turun dari mobil. Saat itu, dia beserta istrinya baru saja memarkirkan mobil di depan rumah.

SJ pun langsung menggedor pintu mobil lalu memukulnya.

“Saya pegang kedua tangannya agar tidak terus memukul. Kemudian, istri saya mendekati dan menanyakan kenapa memukul. Lalu, SJ memaki dan menendang istri saya sebanyak dua kali. Istri saya hanya membalas dengan mendorong kepala SJ sekali,” katanya.

Dari pengakuannya, Z menyatakan tidak membalas pukulan SJ, melainkan hanya menghindar dan menangkis pukulan perempuan tersebut. Dia pun memastikan istri dan anaknya tidak melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan SJ dalam laporannya.

Baca Juga: Dilaporkan ke Polisi, Seorang Anggota DPRD Mempawah Diduga Menganiaya Seorang Wanita

“Anak saya hanya melerai dan mendorong SJ agar berhenti memukul. Karena anak saya melihat ibunya ditendang oleh SJ terlebih dulu,” tegasnya.

Z mengungkapkan, tindakan penyerangan yang dilakukan SJ bukan pertama kalinya. Sebelumnya, SJ pernah dua kali mendatangi rumahnya dan melakukan pengrusakan terhadap handphone miliknya.

“Bukan baru kali ini SJ menyerang ke rumah. Sekitar dua atau tiga bulan lalu, juga melakukan tindakan serupa. Pernah datang menjemput saya, lalu pernah juga datang ke rumah dan membanting handphone,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Anggota DPRD Mempawah bernisial Z dilaporkan ke Mapolres Mempawah atas tuduhan penganiayaan terhadap seorang perempuan muda berinisial SJ.

Dalam laporannya, SJ mengaku menjadi korban penganiayaan di Kelurahan Anjongan Melancar, Kecamatan Anjongan, Sabtu (6/11/2021) sekitar pukul 20.40 WIB.

Perempuan berusia 23 tahun ini menceritakan, kasus penganiayaan bermula ketika dirinya berkomunikasi dengan Z melalui pesan singkat SMS. Tak lama kemudian, komunikasi tersebut terputus lantaran handphone Z tidak aktif.

Hal tersebut membuat perempuan yang berdomisili di Kota Mempawah ini berang. Lalu, SJ mendatangi kediaman Z di Kelurahan Anjongan Melancar.

Setibanya di sana, SJ mendapati Z bersama istrinya yang baru saja sampai di rumahnya. SJ langsung menggedor kaca mobil Z.

Z pun tidak tinggal diam. Dia langsung keluar dari mobil dan memegang tangan korban. Tak hanya itu, sesuai dalam laporan polisi, Z lantas mencekik dan menjambak rambut serta melayangkan pukulan ke dada SJ.

Aksi brutal Z turut disaksikan oleh istri dan anaknya. Namun, alih-alih melerai perkelahian itu, istri dan anak Z justru membantu melakukan tindakan penganiayaan terhadap SJ.

Dalam laporan tersebut, istri Z diduga memukul kepala belakang sebelah kiri SJ sebanyak tiga kali dan anaknya memukul satu kali.

Perkelahian tak seimbang tersebut menyebabkan SJ mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya. SJ pun berhasil melepaskan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Mempawah.

“Saya tidak terima dengan penganiayaan yang dilakukan dia (Z) dan keluarganya. Akibat penganiayaan ini, saya mengalami cedera dan menahan sakit. Sampai sekarang pun tubuh saya masih terasa sakit akibat dipukul dia dan keluarganya,” katanya.

SJ berharap mendapatkan keadilan atas tindakan penganiayaan yang dilakukan Z dan keluarganya. Dia minta agar Z dan keluarganya diberikan hukuman setimpal sesuai perbuatannya.

“Saya minta kasus ini diproses hukum sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku. Ini tindakan kriminal yang dilakukan dia selaku Anggota DPRD Mempawah yang terhormat,” katanya.

Kontributor : Ocsya Ade CP

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait