facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Borong Minyak Goreng, Emak-emak di Pontianak Ngeluh, Disperindag: Jangan Panik!

Bella Jum'at, 21 Januari 2022 | 15:45 WIB

Warga Borong Minyak Goreng, Emak-emak di Pontianak Ngeluh, Disperindag: Jangan Panik!
Panic buying minyak goreng (TikTok @123_tiwi)

Ia mengaku sudah berkeliling di tiga ritel modern terdekat yang ada di Kota Pontianak, namun tidak mendapatkan minyak goreng tersebut.

SuaraKalbar.id - Seorang ibu rumah tangga di Kota Pontianak, Muryati mengaku, dirinya cukup kesulitan memperoleh stok minyak goreng satu harga, yakni Rp 14 ribu.

Bahkan Ia mengaku sudah berkeliling di tiga ritel modern terdekat yang ada di Kota Pontianak, namun tidak mendapatkan minyak goreng tersebut.

"Gara-gara reaksi emak-emak borong minyak, habis barang tuh tidak ada sisa sama sekali, padahal pemerintah resmi sudah bilang akan menurunkan harga minyak, nah artinya kan minyak akan turun seterusnya bukan cuman sekedar satu atau dua hari seperti barang promo. Pusing saya," keluhnya.

Muryati berharap, masyarakat tidak panik dalam melakukan pembelian sehingga stok tersebut mencukupi untuk masyarakat lain yang memang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga: KPPU Sebut Pelaku Usaha Sengaja Menaikkan Harga Minyak Goreng

Sedangkan Ika, salah satu karyawan ritel modern mengakui jika pada saat hari pertama dan kedua satu harga diberlakukan antusias masyarakat dalam membeli minyak goreng cukup tinggi.

"Heboh bang, ibu-ibu ni kan bawak anak 1 nah anak nya pun disuruh ikut ngantri dan ada yang sampai bawa suami dan adeknya untuk ngantri supaya dapat banyak stok minyak goreng buat di rumah," tuturnya.

Ika juga menjelaskan jika 1 orang hanya dibolehkan membeli maximal 2 liter minyak goreng saja, untuk sebelumnya harga minyak goreng tersebut mencapai Rp 40 ribuan ke atas untuk 2 liternya.

"Kapan stoknya datang, tergantung pengiriman barang serta barang-barang lainnya, pengiriman biasanya 2 hari sekali dan kadang setiap hari , tergantung stok jualan yang ada, dan kita tidak tau apakah pada saat barang datang ada minyak gorengnya atau tidak itu kita tidak tau," jelasnya.

Terkait situasi itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Kadisperindag) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Syarif Kamaruzaman mengatakan, langkanya minyak goreng tersebut disebabkan oleh aksi borong yang dilakukan masyarakat pada sejumlah ritel yang menjual minyak dengan satu harga.

Baca Juga: Pasar Murah Minyak Goreng di Kota Malang Diserbu Ibu-Ibu

Dirinya menyebut, jika aksi borong masyarakat di Kalbar membuat sejumlah minyak yang harganya Rp. 14 ribu tersebut menjadi langka.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait