facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

20 Judul Buku Dr. Aswandi, Sosok Akademisi Kalbar yang Berani Kritik Menteri, Ada yang Best Seller

Bella Minggu, 23 Januari 2022 | 15:34 WIB

20 Judul Buku Dr. Aswandi, Sosok Akademisi Kalbar yang Berani Kritik Menteri, Ada yang Best Seller
Dr. Aswandi wakil rektor Universitas Tanjungpura sekaligus Ilmuwan Kalimantan Barat /wikipedia

Seorang tokoh pendidikan asal Kalimantan Barat, Dr. Aswandi berpulang.

SuaraKalbar.id - Seorang tokoh pendidikan asal Kalimantan Barat, Dr. Aswandi berpulang.

Beliau merupakan Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Tanjung Pura (Untan) Pontianak periode 2014-2019, dan menerbitkan beberapa judul buku dan berbagai tulisan di kolom berbagai surat kabar.

Kabar duka kepergian Dr. Aswandi diketahui lewat sebaran informasi lewat pesan berantai di WhatsApp, Sabtu (22/1/2022).

Aswandi, cukup dikenal, terutama atas keberaniannya mengkritisi kebijakan menteri pendidikan Nadiem Makarim terkait sekolah full day school, yang sempat menuai beragam kritikan dari sejumlah masyarakat.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Novel Remaja yang Diadaptasi dari Wattpad, Dijamin Bisa Mengisi Waktu Luang!

Diketahui, Full day school merupakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sekolah satu hari penuh. Belajar harus berlangsung 8 jam per hari, dengan durasi istirahat setiap dua jam sekali.


"Kebijakan ini harus evaluasi. Apakah setiap sekolah mampu menjalankannya? Apakah fasilitasnya cukup begitu juga dengan tenaga gurunya,” pesan Aswandi saat itu, mengutip insidepontianak.com,-jaringan suara.com, Minggu (23/1/2022).

Hal itu disampaikan beliau, mengingat dirinua paham betul situasi pendisikan di Kalbar, bagaimana sarana dan prasarana yang ada, serta ketersediaan tenaga pengajarnya.

Selain aktif menyampaikan pendapatnya lewat media, Aswandi juga aktif menyampaikan gagasannya lewat tulisan.

Se0eninggalannya, ada 20 judul buku yang telah terbit dan menjadi referensi bagi kalangan akademisi di Kalbar, diantaranya berjudul :

Baca Juga: Ulasan Buku Muslimah yang Diperdebatkan: Ketika Perempuan Berbicara Haknya

1. Memikirkan Kembali Pendidikan terbita tahun 20082

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait