Mohammad sendiri disebut-sebut sebagai saksi kunci penembakan terhadap para diplomat Arab Saudi. Setelah peristiwa tersebut, ia menghilang selama satu bulan.
Terkait kasus tersebut, Prayuth menyatakan 'secara tulus menyesalkan adanya kejadian tragis itu di Thailand antara 1989 dan 1990.' Ia juga menyatakan pemerintahnya siap membawa kasus tersebut kepada otoritas terkait, jika ada bukti baru yang relevan.
Kekinian, Thailand ingin memulihkan hubungannya dengan Arab Saudi. Lantaran selama ini, perselisihan tersebut berdampak pada perdagangan kedua negara tersebut serta pemasukan dari sektor pariwisata yang mengalami kerugian miliaran dolar AS. Selain itu, puluhan ribu migran Thailand juga kehilangan pekerjaan.
Sebagai salah satu tanda pemulihan hubungan kedua negara tersebut, Saudi Arabian Airlines pada Selasa (26/1/2022) mengumumkan akan memulai lagi layanan penerbangan langsung ke Thailand pada Mei mendatang. (Antara)
Baca Juga:Maret, Harga Minyak Mentah Arab Saudi untuk Kawasan Asia Bakal Naik