SuaraKalbar.id - Akibat diguyur hujan lebat, tanggul penahan banjir (geobag) di bantaran sungai melawi di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) jebol.
Padahal, Geobag yang dibangun Kementerian PUPR itu baru saja ditinjau Presiden Joko Widodo pada (8/12/2021) lalu.
"Dari 5,3 kilometer tanggul penahan banjir ada penurunan area sekitar 200 meter atau sekitar 4 persen, jadi butuh penanganan khusus," kata Koordinator tanggap darurat PT WIKA Daniel melansir Antara, Rabu (2/2/2022).
Daniel mengaku, pihaknya siap bertanggungjawab terhadap tiga titik tanggul yang jebol di kawasan Kampung Ladang.
Meski demikian, dirinya menilai adanya penurunan geobag itu hal yang wajar dan akan segera diperbaiki. Namun, pengerjaan itu akan menjadi masukan di tahap lanjutan sehingga kedepannya bisa fokus dan tepat sasaran.
"Untuk pengerjaan sudah finishing, jadi mana yang kurang akan kita perbaiki. Kita juga ada program pemadatan pasir batu untuk area bahu jalan sehingga jalan yang sempit bisa bermanfaat untuk masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Tokoh pemuda Kampung Ladang Syahroni mengharapkan pihak kontraktor dapat segera memperbaiki dengan serius agar program pemerintah tersebut bisa berdampak baik terhadap banjir di Sintang.
"Harapan kita pemerintah bisa mengevaluasi program yang tepat untuk penangan banjir di Sintang," pinta Syahroni.
Baca Juga:Dibocorkan Gubernur Kaltim, Presiden Jokowi Bakal Berkemah di Titik Nol Ibu Kota Negara Baru