SuaraKalbar.id - Serangan yang dilancarkan Rusia terhadap Ukraina, dengan menyasar vasilitas sipil telah menyebabkan berbagai krisis di negara tersebut,
Kondisi itu menyebabkan kota tersebut tanpa air, pemancar atau listrik sekaligus menghalangi pengiriman pasokan atau evakuasi warga.
"Mereka menghancurkan pasokan makanan, mengepung kami, seperti di Leningrad tua," katanya Dewan Kota Mariupol, Ukraina, melansir Antara, Kamis (3/3/2022).
Lewat pernyataan itu, Dewan Kota merujuk pada pengepugan Nazi Jerman di kota Soviet yang sekarang dikenal sebagai St.Petersburg selama Perang Dunia II.
Baca Juga:20.000 Turis Ukraina Terdampar di Mesir, Banyak yang Siap Pulang Lawan Pasukan Rusia
Sekitar 1,5 juta orang meninggal dalam pengepung selama lebih dari dua tahun tersebut.
"Sengaja, selama tujuh hari, mereka menghancurkan infrastruktur pendukung kehidupan kritis (Mariupol). Kami tidak lagi memilik penerangan, air dan pemancar," kata dewan.
Saat ini, pihak dewan mengaku sedang berupaya membuat koridor kemanusiaan untuk Mariupol dan berupaya untuk memperbaiki infrastruktur.
"Mariupol masih membara. Kaum perempuan, anak-anak dan lansia menderita. Kami sedang dihancurkan sebagai sebuah negara. Ini adalah genosida rakyat Ukraina," ungkapnya.
Baca Juga:80 WNI dari Ukraina Tiba di Indonesia, Disambut Menlu Retno Marsudi