facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warganet Malaysia Sindir Indonesia Tolak Bahasa Melayu Jadi Bahasa Resmi ASEAN, Netizen : Pulangkan Susanti

Bella Jum'at, 08 April 2022 | 14:11 WIB

Warganet Malaysia Sindir Indonesia Tolak Bahasa Melayu Jadi Bahasa Resmi ASEAN, Netizen : Pulangkan Susanti
Susanti dan Mail, salah satu tokoh kartun Upin Ipin (YouTube/Les' Copaque Production)

Berbagai tanggapan dilayangkan warga internet (warganet) dari berbagai pihak, termasuk warganet Indonesia dan warganet Malaysia.

SuaraKalbar.id - Setelah Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim tolak usulan Perdana Menteri Malaysia terkait peresmian bahasa Melayu menjadi bahasa resmi ASEAN, topik ini menjadi perbincangan hangat di jejaring sosial media.

Berbagai tanggapan dilayangkan warga internet (warganet) dari berbagai pihak, termasuk warganet Indonesia dan warganet Malaysia. Tanggapan tersebut berisi ungkapan persetujuan, penolakan bahkan guyonan.

Pada akun sosial medianya siang kemarin (8/4), seorang warganet Malaysia dengan akun @erdina_nadya sindir Indonesia dengan melarang warga Indonesia untuk berhenti menonton tayangan kartun Upin Ipin jika tetap ingin menolak Bahasa Melayu menjadi bahasa resmi ASEAN.

"Kalau indonesian takmo guna bahasa melayu sebagai bahasa rasmi ASEAN ni senang je. Jangan tengok upin ipin lagi dah ok?" Tulisnya.

Baca Juga: Lucinta Luna Unggah Wajah di Tiktok, Netizen: Mirip Wonyoung!

Postingan itu menjadi ramai dibanjiri komentar warganet Indonesia. Berbagai bentuk komentar dilayangkan, salah satunya oleh warganet Indonesia yang menanggapi postingan tersebut dengan guyonan.

"Ok. Minta tolong juga pulangkan susanti kembali ke indonesia," tulis akun @dadankkonelo yang akhirnya mengundang tawa warganet Indonesia lainnya.

"sangat menghibur semoga harimu gajian terus," tulis akun @naykookeu sambil memberikan emoticon tertawa.

"NGAKAKKK WKWKKWKW LAGIAN SUSANTI DAH ENAK DI JAKARTA NGAPA PINDAH KE DURIAN RUNTUH SI? NGAPA KAGA KE KOTA LAGI GITU?" tulis akun @qyrns.

Menteri Nadiem sebelumnya menolak usulan bahasa Melayu untuk dijadikan sebagai bahasa resmi ASEAN dikarenakan ia menganggap bahasa Indonesia lebih layak untuk dikedepankan karena terdapat beberapa keunggulan sehingga usulan tersebut tentu harus dikaji secara lebih lanjut.

Baca Juga: Kepala Rutan Ungkap Kondisi Herry Wirawan Usai Divonis Mati, Minta Penghuni Lain Jaga Hal yang Tidak Diinginkan


Kontributor: Maria

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait