SuaraKalbar.id - Baru-baru para pedagang yang berlokasi di Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan menjadi perbincangan publik usai potret mereka dibagikan oleh seorang netizen di sosial media Twitter (5/6).
Dalam potret yang diunggah oleh @tigorsiagian, terlihat 3 ibu-ibu pedagang sayur dengan senang memamerkan QRIS yang tengah mereka kalungi.
Selain itu, dibelakang mereka terlihat pura ibu-ibu lainnya yang juga mengalungi QRIS sambil menjajakan sayur diatas perahu mereka.
"Di tempatmu ada yang mirip-mirip seperti ini? *Ibu-ibu pedagang di Pasar Apung Lok Baintan mengalungi #QRIS mereka," tulis @tigorsiagian dalam cuitannya.
Baca Juga:Apple Watch Kuasai Pangsa Pasar Smartwatch Dunia, Ditempel Huawei dan Xiaomi
Unggahan tersebut lantas menarik perhatian publik, netizen tampak kagum dengan hal yang tak biasa dan belum ramai terjadi di Indonesia itu sehingga memuji para pedagang yang dinilai mengikuti perkembangan jaman.
"Keren mau mengikuti perubahan, tau aja anak muda jaman now jarang pegang cash," ketik netizen.
"Keren sekali. Beruntung saya pernah ke sana belanja di pasar apung sangat menyenangkan," tulis netizen.
"Keren banget... dari payment barter antar barang, sekarang nyampe cashless," tambah netizen lainnya.
Beberapa netizen bahkan membandingkan kejadian menarik tersebut dengan beberapa tempat modern yang dinilai kalah karena belum menyediakan pembayaran dengan QRIS.
Baca Juga:Apa Keuntungan QRIS? Dipuji Lebih Unggul dari Sistem Pembayaran Luar Negeri
"kok masih ada coffee shop yang nggak nerima qris wkwkwk anehh," ketik netizen.
"Beneerrr ada banget tempat modern yg gabisa qris dan kadang edc nya dia bilang juga kena charge kalau beda bank sama mesinnya, Hadeehh," balas netizen lain.
Mengutip dari suara.com, QRIS merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. QRIS ini juga merupakan standar kode QR nasional, yang membantu memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia sehingga transaksi dapat dilakukan secara cashless.
Kontributor: Maria