VCS Berdurasi 5 Menit 10 Detik Tersebar, Seorang ASN di Lombok Utara Lapor Polisi

RA membuat laporan pemerasan ke polisi terkait "video call sex" yang tersebar.

Bella
Kamis, 09 Juni 2022 | 08:00 WIB
VCS Berdurasi 5 Menit 10 Detik Tersebar, Seorang ASN di Lombok Utara Lapor Polisi
Ilustrasi Video Call Sex.[Digtara.com]

SuaraKalbar.id - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, berinisial RA membuat laporan pemerasan ke polisi terkait "video call sex" yang tersebar.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Komisaris Besar Polisi Artanto di Mataram, Rabu, meengungkapkan bahwa pihaknya menangani kasus ini berdasarkan laporan RA yang mengaku sebagai korban dari aksi penyebaran video tersebut.

"Jadi kemarin, RA sudah membuat laporan ke Polda NTB berkaitan yang bersangkutan merasa sebagai korban pemerasan dalam video itu," ungkap Artanto.

Dengan adanya laporan tersebut, dirinya meyakinkan bahwa pihaknya sudah mulai menyelidiki dengan mengagendakan serangkaian pemeriksaan.

Baca Juga:Jaksa yang Mewakili ITDC Menangkan Gugatan Lahan Sirkuit Mandalika, Kasasi Penggugat Ditolak

Dirinya menuturkan, selain berupaya mengungkap peran pengunggah, pihaknya menelusuri motif penyebaran video tersebut.

"Karena ini berkaitan dengan Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik), maka laporan kini ditangani Tim Siber Krimsus," katanya.

Video berdurasi 5 menit 10 detik itu menampilkan rangkuman cuplikan foto dan video korban, RA. Dalam cuplikan, RA menunjukkan perbuatan yang semestinya tidak laik diperlihatkan.

Video tersebut menampilkan perbuatan RA bersama seorang pria yang juga melakukan aksi serupa.

Dengan adanya laporan ini, dirinya mengimbau masyarakat untuk lebih bijaksana dalam bermedia sosial agar terhindar dari hal-hal yang dapat merugikan diri maupun orang lain. Antara

Baca Juga:Berdurasi 5 Menit 10 Detik, ASN di Lombok Utara Diperas usai VCS dengan Pria Beredar Luas

News

Terkini

Uang sebesar itu ludes digunakan AA untuk bermain judi online dan membeli narkoba jenis sabu, dan sampai saat ini kami masih mendalami kasus tersebut

News | 20:39 WIB

Kami semua panik, lalu saya beserta karyawan saya dan pengunjung lainya berupaya menolong dan membawanya di atas kursi panjang

News | 19:51 WIB

Curah hujan tinggi dan faktor lainnya dalam beberapa hari ini mengakibatkan banjir. Hujan kemarin membuat ketinggian air di jalan jadi 60 centimeter

News | 10:29 WIB

Setelah diperiksa, wanita tersebut memiliki gangguan kejiwaan

News | 18:34 WIB

WO adalah otak dari pencurian di dua TKP tersebut, saat ini DE beserta barang bukti 1 Unit Sepeda Motor Trail Merk HONDA CRF

News | 17:08 WIB

Korban meninggal dunia dan mengalami luka robek terbuka pada bagian leher sebelah kiri, luka memar di bagian kepala bagian belakang

News | 16:26 WIB

Kasih motor trail karena jalan desa masih jeleek, lhaa kenapa gak benerin jalaan aja dari pada beliin motor

News | 20:03 WIB

Sumber api diduga berasal dari Yayasan atau Kantor MABT Singkawang, namun untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian

News | 19:08 WIB

Cita-cita beliau juga belum terselesaikan. Makanya harus berkelanjutan

News | 18:53 WIB

Harga ayam sudah turun. Sebelumnya saat menyambut Imlek di atas Rp30.000 per kilogram dan sekarang tinggal Rp26.000 per kilogram,

News | 23:28 WIB

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Korban memang diketahui tidak mahir dalam berenang.

News | 18:14 WIB

Sebelumnya pelaku pernah melakukan pembakaran kasur, namun cepat ketahuan dan dipadamkan

News | 21:32 WIB

Kedua pelaku warga Semarang yang berdomisili di Kubu Raya, saat ini kedua pelaku itu sudah ditangkap untuk proses hukum lebih lanjut

News | 21:55 WIB

Dari keterangan yang kami terima korban mandi menggunakan kemban di jamban lanting dan hingga saat ini belum kembali, hingga diduga korban tenggelam di sungai Mendalam

News | 20:13 WIB

Dari hasil penyelidikan korban meninggal diduga karena penyakit epilepsi

News | 09:14 WIB
Tampilkan lebih banyak