Ingin Lampiaskan Dendam, GZ Sembunyi di Loteng untuk Tikam Rekan Kuliahnya

GZ masuk ke dalam rumah korban sejak hari Jumat dan bersembunyi di loteng.

Denada S Putri
Minggu, 07 Agustus 2022 | 20:55 WIB
Ingin Lampiaskan Dendam, GZ Sembunyi di Loteng untuk Tikam Rekan Kuliahnya
GZ saat Diamankan petugas usai menikam rekan kuliah karena dendam. [SuaraKalbar.co.id]

SuaraKalbar.id - Dendam telah membutakan GZ, seorang pemuda berusia 19 tahun. Ia berasal dari Kabupaten Sintang. Ia juga tengah mengenyam pendidikan di Kota Pontianak.

Dirinya pun harus berurusan dengan Petugas Polres Kubu Raya. Lantaran nekad melukai rekannya dikediaman korban di Jalan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (7/8/2022) pagi sekitar pukul 07.30 WIB.

Kasat Reskrim Polres Kubu Raya Iptu Teuku Rivanda mengatakan, jika GZ masuk ke dalam rumah korban sejak hari Jumat dan bersembunyi di loteng rumah korban guna mendapat waktu yang tepat untuk melampiaskan dendamnya.

“Kemudian pada hari Minggu sekitar pukul 07.30 WIB pelaku turun dari balkon dan mengamati korban dan langsung melakukan penikaman terhadap korban sebanyak 4 kali menggunakan sebilah pisau yang diambil pelaku di rumah korban,” ujarnya, melansir dari SuaraKalbar.co.id--Jaringan Suara.com.

Baca Juga:Minum Air Putih dari Botol yang Ditinggal 7 Hari, Wanita Tuduh Rekan Kerja Isi Pakai Air Keran, Publik: Suudzon!

Setelah melakukan penganiayaan dan pencurian tersebut, kemudian pelaku kabur melewati pintu belakang dan bersembunyi di semak-semak yang berada di belakang rumah korban.

“Setelah dilakukan penyisiran oleh petugas dan dibantu oleh warga sekitar, pada pukul 08.30 Wib pelaku GZ berhasil diamankan saat sedang bersembunyi di semak semak yang berada di belakang rumah korban,” tambahnya.

Saat diinterogasi petugas, GZ mengaku, sudah lama memendam dendam. Alasannya, lantaran sikap korban yang otoriter dalam organisasi yang diikuti keduanya.

“Dia itu Ketua UKM dan saya Ketua Divisi, jika ada tugas UKM saya tidak suka dari cara dia mimpin dan menjalankan pokja itu terlalu otoriter dan egois atau mementingkan diri dia jadi banyak tugas dia dialihkan ke saya, sehingga saya banyak kehilangan waktu untuk kuliah,” katanya.

Selain otoriter, GZ juga mengaku jika korban sempat kasar sehingga ia merasa tidak suka dan timbul dendam yang meliputi dirinya. Bahkan dirinya sempat berpikir untuk menghabisi korban.

Baca Juga:4 Manfaat Loyalitas dalam Dunia Kerja

“Banyak pikiran, termasuk ingin nusuk dan jatuhkan dia karna terlalu banyak perintah dari dia,” jelasnya.

News

Terkini

Dimana reklame-reklame tersebut terdapat tunggakan pajak dan hingga kini belum ada penyelesaian oleh pihak pemilik reklame

News | 09:00 WIB

Ini kan kami memanggil tersangka, bukan kami yang dipanggil disuruh ke sana

News | 08:00 WIB

NGERI !! DETIK DETIK SALMET MAARIF MELAKUKAN PERCOBAAN PEMBUNUHAN TERHADAP PRESIDEN DI ISTANA!!

News | 07:00 WIB

Gempar ! Sambuo divonis bebas? Ada apa dengan polri?

News | 06:30 WIB

Lebih bagus lagi kalau PKB-PDIP koalisi saja untuk nanti 2024, pasangan mbak Puan-Cak Imin, kombinasi yang pas untuk Indonesia

News | 06:00 WIB

dari awal naiknya harga BBM hingga sekarang polisi kubu raya masih melakukan patroli, SPBU ini tiap malam pak polisi singgah untuk menanyakan stok BBM

News | 21:22 WIB

Pemeriksaan itu sudah dilakukan sejak Senin lalu. Ikuti saja

News | 21:14 WIB

Ada tiga terduga pelaku yang terlibat dalam pembobolan mesin ATM ini yakni AS (31), R (48) dan seorang tersangka lainnya berinisial IH (27) yang masih dalam pencarian (DPO)

News | 21:07 WIB

Kritikan banyak, okeh (banyak) banget, terkait Bapak (Presiden Joko Widodo) ada, saya sendiri ada, yang lain-lain ada. Otak kosong, dungu, dan lain-lain, dibahas semua

News | 20:53 WIB

Dengan ini menuntut agar Majelis Hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman kepada terdakwa AKBP Dalizon dengan hukuman pidana penjara 4 tahun

News | 20:35 WIB

Foto ini semakin menegaskan, seberapa berjaraknya mereka dengan rakyat. Pura-pura merakyat aja gagal total

News | 19:00 WIB

Komisi Yudisial mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi bekerja untuk melakukan proses penegakan hukum setuntas-tuntasnya terhadap perkara ini

News | 18:21 WIB

Pak Lukas itu ada gejala penyakit ginjal, ada sakit jantung bocor jantung, dia itu jantungnya bocor dari kecil dan dia diabetes, tekanan darah tinggi

News | 18:05 WIB

Kebijakan manajemen BRI menempuh aksi korporasi buyback memang untuk meningkatkan kualitas karyawan.

News | 18:00 WIB

sifatnya juga tadi malam itu diperiksa dengan kapasitas sebagai lidik, jadi bukan sidik ya. Sehingga memang yang bersangkutan kapasitasnya sebagai saksi

News | 17:39 WIB
Tampilkan lebih banyak